Perbedaan orang sukses dan orang gagal

Salah satu alasan penting yang membedakan orang sukses dan gagal adalah terkait dari apa yang dilakukan keduanya. Mengapa seseorang bisa sukses? salah satunya adalah karena sedari awal mereka telah terbiasa untuk mengerjakan tugas berprioritas tinggi yang menghasilkan banyak manfaat. Sementara orang gagal terbiasa menghasbiskan waktunya dengan pekerjaan sia-sia. Akhirnya orang sukses semakin terlena mengerjakan pekerjaan berprioritas tinggi, dan orang gagal juga semakin terlena untuk menyia-nyiakan hidupnya.
Pertanyaan lalu timbul, karena saya merasa diri saya masih menjadi orang yang gagal, lalu bagaimana saya bisa membuang kebiasaan dan mengeluarkan diri dari jerat blenggu kesia-siaan dan kemalasan yang sepertinya sudah mendarah daging??…

Ini pertanyaan sulit menurutku, tapi satu hal, ketekunan dan kebiasaan lah yang mengubahnnya lambat laun, walau dengan perlahan. Tak ada yang serba instan di dunia ini, semua butuh proses.

Dikutip dari buku Ahli terhadap waktu by ono musfilar

Kuliah ??..

Sedikit merenungkan perkataan dosen tadi waktu kuliah. Kira-kira beliau mengatakan seperti ini : sebenarnya apa yang kita pelajari di bangku kuliah ini selalu di belakang dari dunia kenyataan maupun industri. Jadi menurut saya dunia pendidikan/bangku kuliah khususnya selalu ketinggalan dari dunia industri yang cukup maju perkembangannya. Kita disini kebanyakan diajarkan hal-hal yang sangat teoritis. Tanpa tahu kadang penerapannya kemana. Inilah dunia pendidikan kita.
Kita belum mampu menyamaratakan dunia industri dengan dunia kita.
Pernah juga seorang dosen bertanya kepada kami : Kenapa kalian masuk jurusan teknik sipil ??..jadi sedikitnya ada 3 opsi:
1. karena minat
2. karena ikut-ikutan teman
3. ingin pintar.
Beliau mengatakan, yang paling baik itu sebenarnya adalah nomor 3. Kalau kalian belajar disini karena keinginan untuk pintar, maka ingin menjadi apapun nanti kalian, kalian akan cepat beradaptasi, karena yang paling dibutuhkan di dunia nyata nantinya adalah keinginan untuk belajar dan cepat tanggap terhadap apa yang terjadi.

Lyric Everything is beautiful By Anne Marie Boskovich

I would not be here tonight, if I had to choose.
It’s always the bigger things in life that seem to choose you.
You can say what you want.
Believe what you will believe, yeah
But I’ll take what I want, and see what I need to see.

When I’m buried in the questions, I can’t find the answers.
I close my eyes and listen, ‘till I remember
Everything was beautiful,
Nothing seem to matter
Every day was just another day to dream
You can say what you want, and be who you want to be. yeah

And you never looked back to the things that you had or the ones that you never need.
Buried in the questions, I can’t find the answers
I close my eyes and listen, ‘till I remember
Everything is beautiful, beautiful

If this is all there is, you can’t wrap your head around it
If somewhere love exists you can wrap your arms around it

Can you hear me now?
Can you hear me now?
Can you hear me now?
Can you hear me now?

Buried in the questions, you can’t find the answers
Close your eyes and listen until you remember, ohoh
You don’t need the answers
Just close your eyes and remember

Everything was beautiful
Everything is beautiful…..here

download lagunya di sini

Arti Penting Nilai Kejujuran

Ada pengalaman menarik kemarin ketika saya melaksanan praktikum mekanika tanah. Kbetulan hampir semua laboratorium yang kami gunakan, digunakan juga oleh dosen untuk meneliti/proyek. Saat melakukan praktikum, ada suatu alat yang ternyata sangat sensitif jika disentuh, saya tidak mengindahkan tulisan yang tertera jelas diatasnya yang bertulikan “jangan disentuh dengan alasan apapun”. Saya datang dan bukan hanya menyentuh, tapi memutar alat tersebut, tidak tahu sudah serusak apa hasil percobaan yang dilakukan disitu, tiba-tiba seorang teknisi lab, mengingatkan kami, hey, ini alat jangan dipegang ya, ini percobaan milik pak toha (salah seorang dosen), nanti dia marah. Wahh..barulah saya sadar kalau saya tadi bukan hanya menyentuh tapi sudah memutar sedikit alat itu. Gawaaattt…

Saya tidak enak hati ketika mengetahui hal itu, namun saya mulanya tidak mengindahkan pernyataan si bapak tadi, baru setelah saya mengembalikan buku ke perpustakaan saya mencoba memberanikan diri untuk mengakui kesalahan saya. Saya mendatangi si bapak yang tadi dan mengatakan bahwa saya sudah memegang alat itu.
Dan ternyata respon si bapak itu diluar dugaan saya, dia malah mengatakan “yaa, kenapa disentuh, tapi gpp, ya sudah..”
Beneran pak?? jawab saya. Iya gpp, kata beliau, saya langsung lega mendapatkan jawaban tersebut.
Pelajaran yang sangat berharga, bahwa kejujuran adalah hal mutlak yang harus diterapkan di dalam hidup ini, kapanpun dan dimanapun.

Robot Sigale-gale Buatan anak UI (alumni Yasop)

wooww…adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kreatifitas anak-anak UI yang memenangkan kompetisi robot internasional. Sebenarnya yang membuat saya lebih takjub adalah pembuat salah satu robot yang memenangkan kompetisi adalah anak nun jauh di pedalaman sana, anak balige, alumni yasop. Robot yang mereka ciptakan adalah robot sigale-gale.
Ini kan merupakan suatu terobosan untuk memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan batak yang sudah mulai tergerus oleh jaman.

Tapi, kenapa anak itb gak ada ya??…Ehmm..mungkin kalah kali ya…ckckkckc.
Tapi gak apa, mungkin kategori yang diperlombakan beda. Hehehe.

Sumber : disini

Belajar Cepat Memulai

Untuk beberapa kasus memang sulit untuk memulai sesuatu dengan cepat. Contohnya belajar. Apalagi kalau mata pelajaran yang ingin kita pelajari tidak kita sukai. Wahh..disinilah masalahnya.
Tapi yang lebih parah adalah menunda-nunda waktu untuk mengerjai/mempelajari pelajaran itu. Misalnya saja saya, saya kadang sering ngeblog adalah karena ingin menunda waktu untuk belajar. Waduhh,,tapi ini kenyataan loh. Sebenarnya kalau sedikit demi sedikit kita pelajari, sesulit apapun pelajarannya, pasti mengerti juga, asalkan sudah dimulai. Setidaknya walaupun tidak bisa, kita bisa menanya dengan teman atau dosen/guru.
Itulah masalahnya, menunda-nunda.
Memang menunda itu adalah kunci terutama untuk gagal. Ckckckck.
Tapi kalau membuka internet jangan ditiru untuk cepat memulai, soalnya kalau sudah mulai, gak kan selesai-selesai nanti berinternet ria. Hahhaa..
Mungkin saya sudah termasuk orang yang cepat memulai berinternet, lambat memulai belajar.
Wadoohh…
Harus diubah ini…berubah..berubah..berubah…Hehehe

Pikiran Yang mengendalikan kita

Sudah beberapa saat saya perhatikan diri saya sendiri, ini benar-benar dari apa yang saya lakukan atau alami langsung. Saya sangat kagum akan kebesaran Tuhan, menciptakan otak manusia sedemikian hebatnya sehingga bisa berpikir,merasa,dan lain sebagainya seperti apa yang kita lakukan saat ini. Saya mencoba memberikan sedikit tanggapan akan kehebatan pikiran kita. Dulu waktu saya bimbingan di Medica, sering kami diberi motivasi dengan kata-kata : Manusia adalah apa yang dipikirkannya. Percaya gak percaya, tapi ini memang terkadang benar adanya. Saya beri contoh ilustrasi sederhana. Dulu waktu saya TPB, ada mata kuliah wajib yang harus diambil yaitu olahraga. Bobotnya 2 sks. Ujiannya adalah lari 2400m dengan waktu yang ditentukan: Kurang atau sama dengan 12 menit itu nilainya 100. Jadi kira-kira kita disuruh berlari 6 keliling. Nah, saya akui saya kurang kuat berolahraga. Jadi untuk memperjuangkan nilai, maka setiap minggu pagi saya pergi ke saraga untuk melatih otot-otot kaki dan stamina dalam berlari. Sebelum berlari biasanya saya berjalan santai dari kostan. Dan saat itulah saya selalu berusaha memikirkan bahwa saya harus mencapai target nilai maksimal saat latihan. Dan ketika saya mula berlari, pikiran itu saya usahakan terus memacu diri saya untuk mencapai target. Dan hasilnya memang berhasil. Rasanya berbeda ketika saya berlari (ogah-ogahan) dengan berlari didahului oleh motivasi pikiran.
Memang kalau dipikir-pikir, agak kurang rasional bahwa pikiran kita bisa memacu hingga titik limit tubuh kita untuk melakukan sesuatu. Tetapi itulah kenyataannya.
Bahwa memang tubuh anda hampir sepenuhnya dikendalikan oleh pikiran, sisanya adalah refleks.
Jadi, ketika saya pikir saya bisa melakukannya, maka 50% saya sudah berhasil melakukannya.

Gambar Konstruksi

Di semester ini, kami mulai mempelajari apa yang sering disebut anak teknik sebagai mata kuliah gambar teknik. Namun untuk jurusan kami, namanya diubah menjadi gambar konstruksi, karena lebih ke masalah konstruksi, tidak meluas seperti gambar teknik.
Ini merupakan pelajaran yang cukup menyenangkan buat saya, dimana kami diajari bagaimana caranya mendesain (kalau sekarang), kami masih mendesain rumah sederhana dengan 1 atau 2 lantai. Pelajaran mendasar adalah memahami simbol-simbol yang digunakan dalam menggambar. Misalnya simbol tembok batu kali, batu bata, tulangan, dll.
Karena masih beberapa kali pertemuan, saya masih belum bisa menjelaskan secara rinci dan mendalam tentang mata kuliah gambar konstruksi ini, karena kami pun masih dalam tahap pengenalan.
Tapi dengan adanya ini, saya yakin nantinya akan bisa memdesain rumah sendiri tanpa menyewa jasa seorang arsitek atau konsultan, Hehehehe.
Cukup menyenangkan bukan??..

Baca Ebook jadi Lupa waktu

Sering saya membaca ebook yang banyak saya download dari berbagai situs. Banyak kadang ebook-ebook yang menarik untuk dibaca, apalagi kalau buku terjemahan dari luar, karena biasanya, orang akan menerjemahkan buku kalau kualitas bukunya juga bagus, biar yang baca juga banyak.

    Biasanya buku-buku terjemahan itu juga bestseller.

Hal yang sering saya tidak begitu sadari adalah banyak waktu yang tersita dengan membaca ebook ini, apalgi kalau bukunya seru. Wahh, jadi deh berjam-jam di depan laptop. Tugas kuliah pun jadi korban. Heheheh.
biar lebih seru menurut saya baca ebook itu pakai ipad atau komputer tablet lainnya untuk mempermudah karena kan lebih fleksibel dan mobile, jadi bisa dibaca dimana aja. Kalau pake laptop kan, kemungkinan besar ya harus di kostan. Jadi kurang efektif.
Btw, ada buku yang baru sekilas saya baca, buku yang menurut saya sangat bagus, yang berjudul “Better”, yang menceritakan tentang dunia kedokteran, atau fakta-fakta dibalik profesi seorang dokter.
Banyak hal, terutama keprofesionalitasan dalam hal pekerjaan, apalagi dalam menyangkut hidup orang banyak seprti kerjanya dokter.
Disitu gamblang dibahas. Untuk menambah ilmu dan wawasan, buku ini sangat direcomended kan untuk dibaca. Hehehehe
Kalau mau ngedownload ini Linknya.

Membaca adalah kebutuhanku setiap waktu. Salam sukses.