Kami baru memasuki minggu kedua perkuliahan di smester 4. Minggu ini sudah mulai lancar seperti biasa. Kalau minggu lalu masih banyak yang bolong, mungkin karena baru masuk.
Tidak tahu kenapa, tapi rasanya saya semakin semangat menjalani perkuliahan ini. Semuanya pasti berkat TUhan.
untuk semester ini saya memasang target IP > 3,5. Tak peduli bagaimana susahnya, pokoknya harus tercapai.
Biar bangga dulu orang tua. Heheheh.
maka dari itu, saya harus lebih ekstra lagi belajarnya. Waktu untuk berinternet rasanya harus dipotong habis-habisan.
Kalau bisa malah gak usah lagi isi pulsa modem. Tapi susah juga seh, kalau ada tugas gimana??..Hmmmm..
Tapi pokoknya harus berusaha semaksimal mungkin biar waktu ku terfokus untuk belajar.
Dan akhirnya kuserahkan semuanya kepada Tuhan. Biarlah Dia menjadi Pembimbing yang selalu setia menemani dan mengajariku.
Arsip Bulanan: Januari 2012
Kecanduan Internet
Kecanduan internet kadang membawa masalah yang cukup berarti buatku. Seperti tulisan yang dimuat dikompas.com sebagai berikut:
seseorang yang menderita kecanduan internet akan menunjukkan gejala ini :
1. Sering lupa waktu atau mengabaikan hal-hal yang mendasar saat mengakses internet terlalu lama.
2. Gejala menarik diri seperti merasa marah, tegang, atau depresi ketika internet tidak bisa diakses
3. Munculnya sebuah kebutuhan konstan untuk meningkatkan waktu yang dihabiskan.
4. Kebutuhan akan peralatan komputer yang lebih baik dan aplikasi yang lebih banyak untuk dimiliki memiliki derajat kepuasan yang sama.
5. Sering berkomentar, berbohong, rendahnya prestasi, menutup diri secara sosial, dan kelelahan. Ini merupakan dampak negatif dari penggunaan Internet yang berkepanjangan.
Gejala ini sama seperti gejala yang ada pada kecanduan obat. (wooowww)
Kecanduan internet ada tiga jenis :
1. Bermain game yang berlebihan
2. Kegemaran seksual
3. Email/ pesan teks/Social Network (social network nya saya tambahin).
Sesuai dengan gejala diatas mungkin saya sudah terkena candu/addictive oleh internet, memang sulit sekali rasanya lepas dari internet, bahkan satu hari pun. Dan ini menyebabkan waktu saya untuk beljar menjadi semakin berkurang. Inilah masalahnya. Emm.. Bagaimana ya kira-kira mengatasinya??..
Belum Merasakan Lentera Jiwa
Untuk sekarang ini, rasanya belum ada impian yang benar-benar membuatku ingin bergerak lebih cepat. Rasanya masih seperti hambar dan mudah dingin dengan impian yang dulu-dulu belum tercapai. Belum ada yang benar-benar merasuk kedalam pikiran hingga bisa menjadi mindset ketika kemanapun aku melangkah.
Harusnya, aku menemukannya dengan lebih cepat dan lebih terarah. Sehingga ada energi yang membakar semangat ini untuk menjalani hidup ini.
Sekarang rasanya masih terlalu monoton untuk dijalani.
Memang ada impian yang cukup berkelas menurutku, yaitu menjadi pengusaha, namun belum dapat memberikan inspirasi karena belum nyata bayangannya seperti apa, dan dunianya seperti apa.
Rasanya seperti semu.
Aku pun untuk saat ini belum merasakan suatu minat dan posisi dimana aku merasakan ketertarikan yang luar biasa akan apa yang aku lakukan.
Masih biasa-biasa saja.
Aku pun tidak ingin hal ini berlangsung lama, karena akan menyia-nyiakan waktuku yang diberikan Tuhan.
Kalau dah begini, saya suka membaca ulang apa yang dikatakan steve job di pidatonya di standford.
Hmmmm….
Semoga saja aku lebih cepat menemukan lentera jiwaku yang mampu membawa aku ke alam yang lebih menyenangkan untuk menjalani hidup.
seperti kata bung Andy F Noya : “Karena itu, beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang yang dicintainya. Bidang yang membuat mereka begitu bersemangat, begitu gembira dalam menikmati hidup. Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah mereka yang sudah mencapai taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab mereka sudah menemukan lentera jiwa mereka.”
hehehehee
KAMU BUKAN KEBETULAN – YOU ARE NOT AN ACCIDENT
Kamu bukan kebetulan. Jauh sebelum kamu dikandung orang tuamu, kamu telah dikandung dalam
pikiran TUHAN. Kamu hidup karena TUHAN berkehendak menciptakanmu. TUHAN menentukan
setiap rincian tubuhmu. Dia juga menentukan bakat-bakat alamiah yang hendak kamu miliki dan
keunikan pribadimu.
Karena TUHAN menciptakanmu untuk suatu alasan, Dia juga memutuskan kapan kamu akan
dilahirkan dan berapa lama kamu akan hidup. TUHAN juga merencanakan di mana kamu akan
dilahirkan dan di mana kamu akan hidup untuk maksud dan tujuan-Nya. Ras dan kebangsaanmu
bukan sebuah kebetulan. Tidak ada satu hal pun di dalam hidupmu adalah kebetulan. Semuanya
adalah untuk sebuah maksud dan tujuan.
Hal yang paling menakjubkan adalah, TUHAN memutuskan bagaimana kamu akan dilahirkan.
Terlepas dari kondisi-kondisi kelahiranmu atau siapa orangtuamu, TUHAN mempunyai rencana
dalam menciptakanmu. Tidak peduli apakah orangtuamu baik, jahat, atau cuek. TUHAN tahu bahwa
kedua orang itu memiliki kombinasi genetik yang tepat untuk menciptakan seorang “kamu” yang ada
di pikiran-Nya. Tidak ada anak haram. Banyak anak tidak direncanakan orangtuanya, tapi mereka
direncanakan TUHAN. Maksud dan tujuan TUHAN memperhitungkan juga kesalahan manusia dan
bahkan dosa.
TUHAN tidak pernah melakukan apapun secara tidak sengaja, dan Dia tidak pernah membuat
kesalahan. Ia mempunyai alasan untuk setiap ciptaan-Nya. Setiap orang dirancang dengan sebuah
maksud dan tujuan dalam pikiran-Nya.
Motif TUHAN menciptakanmu adalah kasih-Nya. TUHAN telah memikirkanmu bahkan sebelum Ia
menciptakan dunia ini.
Kenyataannya, itulah alasan Ia menciptakannya. TUHAN merancang lingkungan planet ini hanya
agar kita dapat hidup di dalamnya. Kita adalah fokus kasih-Nya dan yang paling berharga dari
seluruh ciptaan-Nya.
Mengapa TUHAN melakukan semua ini? Mengapa Ia menyempatkan menciptakan sebuah jagad
raya bagi kita? Karena Ia adalah TUHAN kasih. Kamu diciptakan sebagai sebuah obyek kasih
TUHAN. TUHAN membuatmu agar Ia dapat mengasihimu.
Ini adalah kebenaran untuk dijadikan fondasi hidupmu.
Alkitab berkata TUHAN adalah kasih. Kasih adalah esensi dari karakter TUHAN. Ia berkehendak
menciptakanmu untuk mengungkapkan kasih-Nya.
Ada TUHAN yag membuatmu untuk sebuah alasan, dan hidupmu memiliki makna yang sangat
dalam! Kita menemukan makna dan maksud dan tujuan itu hanya ketika kita menjadikan TUHAN titik
acuan hidup kita.
Pengen punya ipad
Saya pengen sekali mempunyai ipad. Karena saya senang membaca, jadi banyak ebook yang saya download dari berbagai situs, apalagi library.nu .
Di situ lengkap sekali berbagai jenis ebook-ebook gratis yang siap di download. Tapi masalahnya kadang saya gak kuat terlalu lama di depan laptop untuk membaca ebook ini. Maka dari itu dibutuhkan alat yang lebih simple dan praktis untuk membaca ebook. Salah satunya mungkin adalah ipad.
Tapi harganya mahal sekali, belum mampu saya memelinya.. Huffftt.
Atau mungkin tablet lain juga bolehlah seperti samsung galaxy tab. Ini juga lumayan bagus kok.
Tapi kapan ya saya memiliki barang-barang ini??…
Semangat Memulai Semester Baru
Minggu ini adalah awal baru dari semester 4. Setelah sebelumnya telah melewati semester 3 dengan penuh perjuangan. Saya yakin tuntutan waktu dan kerja keras akan lebih keras lagi semester 4 ini. Tapi saya yakin bersama Tuhan saya pasti bisa. Saya butuh dan Punya semangat yang sepertinya tidak ada yang bisa mengalahkannya. Di tengah kesulitan saya berusaha mengikuti dan melakukannya dengan sepernuh hati. Saya berusaha selalu melakukan dengan sungguh-sungguh agar saya tidak menyesal. Satu hal yang sangat saya soroti adalah kebiasaan menunda waktu. Ini sangat berbahaya ternyata. Inilah kadang yang membuat saya tak bergerak kemana-mana. Napoleon Hill mengatakan : “Bukan pa yang akan anda lakukan, melainkan yang anda lakukan sekaranglah yang bernilai”.
Kalimat ini memberikan pemahaman bahwa hanya apa yang kita kerjakan yang akan memberi dampak. Maka hal yang terpenting yang harus dilakukan seseorang secepatnya adakah pengembangan dan maksimalisasi diri.
“Menunda bukanlah penyakit keturunan melainkan penyakit mental”.
Think the best, fell the best, do the best.
Regard.
Novembri Lumban Tobing
“ExHome”sick
Sudah hampir 2 tahun saya berada di Bandung, tapi kali ini rasanya saya benar-benar kangen rumah yang dulu sewaktu di inalum.Flashback tentang masa kecil yang saya habiskan dengan ceria sewaktu di sana. Di sanalah semua yang membuat saya sampai disini membentuk di dalam diri saya. Mungkin karena saya sedang membuka foto-foto masa dulu ketika di sana. Makanya saya kangen. Hmmm…
Gambar di samping adalah “mantan” rumah yang kami tempati sewaktu di inalum dulu. 3/4 dari dari umur saya, saya habiskan disana. Banyak suka duka yang saya alami ketika itu.Semenjak saya kelas 2 SMA, saya tidak pernah lagi menginjakkan kaki di tempat itu. Kangen sekali rasanya, hingga ketika saya kelas 3 SMA, bapak pensiun dari inalum sehingga keluarga harus pindah ke Medan. Sedikit saya ceritakan tentang keadaan di sana. Udara di sana sewaktu saya tinggalkan menurut saya masih sangat natural, dingin, dan tidak terlalu dikotori dengan polusi. lihatlah bunga-bunga di sekitar pekarangan rumah, begitu indah dipandang mata . Rumput-rumput yang tumbuh juga dirawat sedemikian sehingga tertata (dibabat dengan waktu yang relatif). Di komplek ini, bisa saya katakan tempat yang paling nyaman seumur hidup saya. Semua fasilitasa yang disediakan juga cukup memanjakkan orang-orang yang tinggal disana. Fasilitas olahraga, perabot rumah tangga semua disediakan oleh pihak perusahaan. Sungguh sangat-sangat wahh. Perusahaan Aluminium yang memanfaatkan danau toba sebagai aliran pemasok listrik ini bahkan memberikan listrik secara cuma-cuma untuk setiap rumah di perumahan komplek ini. Bahkan saya sangat ingat, kalau kandang ayam yang terletak di belakang rumah juga diberikan fasilitas penerangan, jadi kalau malam mereka tidak lagi seperti pada masa penjajahan. Hehehee.
Tapi sekali lagi, sangat saya sayangkan, saya tidak sempat berkunjung ke sana manakala liburan kemaren. Banyak hal yang membuat saya tidak sempat kesana, salah satunya adalah karena sakit yang saya alami ketika itu. Di gambar diatas adalah foto ibu saya.
Mungkin baru belanja kali ketika di foto. Hehehe.
Doaku Hari Ini
Tuhan, jadilah penolongku setiap saat.
Banyak hal yang terjadi dalam hidupku, yang sedikitpun aku tidak mengerti kenapa itu terjadi.
Ada beberapa kejadian yang baik, dan ada pula yang tidak.
Bersyukur aku ketika merasakan hal yang baik Tuhan.
Namun kadang aku lupa, bahkan meraung-raung ketika kebalikannya yang terjadi.
Apakah ini salah??..aku juga tidak terlalu paham Tuhan.
Aku tidak terlalu paham hukumMu. Pun, aku jarang membaca firmanMu. Layakkah aku Tuhan manakala meraung memohon kepadaMu??..
Tapi kepada siapa lagi kutumpahkan kesedihan yang jika terjadi padaku??>.
Aku ingin menangis Tuhan. Tapi tidak bisa, ataukah mungkin Engkau tidak ingin melihatku menangis?..
Apakah aku layak meminta Kekuatan dariMu Tuhan.??..
Setelah semua yang aku perbuat???..
Di kitabMu, Orang pasti sering membaca bahwa Engkau adalah TUhan yang pengasih, penyayang, penyabar, dan semua hal yang baik ada padaMu.
Pun aku percaya itu, namun kadang imanku yang (bahkan)sekecil bakteri yang tidak kelihatanpun mungkin tidak ada.
Layakkah aku Tuhan??..
Maka turunlah Engkau TUhan melalui berkatmu untuk menyentuhku, untuk menyadarkanku, untuk menguatkanku, untuk mengajariku, di dalam semua hidup yang kujalani ini.
Tidak ada manusia seorangpun yang benar-benar mengerti aku. Bahkan aku sendiri pun tidak.
Semua dalam pemikiran dan keyakinanku, hanya Engkau Tuhan yang mengerti, memahami dan memiliki hidupku ini.
Tetaplah berlari ! (Sepucuk Surat dari Tuhan)
AnakKu yang terkasih, Aku hampir tidak percaya ketika membaca suratmu. Bukankah baru beberapa minggu yang lalu engkau berjanji tidak akan menyerah? Aku tahu, mungkin minggu-minggu ini terasa sangat sulit bagimu, tapi, anakKu, kuatkan hatimu. Tetaplah berlari dalam track yang sudah kusediakan karena Aku tahu yang terbaik bagimu. Bila kau merasa lelah, berhentilah sejenak, ambil roti dan air hidup yang PutraKu telah tawarkan dan makanlah. Aku yakin, setelah kau mendapatkan keduanya, kau akan merasa segar kembali. Setelah itu, tarik nafas dalam-dalam dan mulai langkahkan kakimu untuk bergerak maju. Fokuskan pandanganmu pada apa yang ada di depanmu, pada tujuan yang kau miliki, yaitu menyelesaikan perlombaan dan menjadi juara.
Buanglah kemarahan dan sakit hati yang menghantui pikiranmu. Amarah dan sakit hati itu tidak ada gunanya, hanya menguras tenaga dan menghambatmu mencapai tujuan. Terkadang Aku mengijinkan hal-hal yang buruk terjadi karena Aku ingin melatihmu. Aku ingin kaki-kakimu menjadi lebih kuat daripada sebelumnya. Dengan begitu engkau dapat berlari dengan lebih cepat. Berhentilah mengasihani dirimu sendiri, berdirilah tegap, dan punyailah mental seorang pemenang. Seorang pemenang, bukan dilihat dari berapa kali ia sukses meraih gelar juara. Di mataKu, seorang pemenang adalah seorang yang tidak pernah menyerah terhadap kegagalan, yang mau bangkit setiap kali ia jatuh. Karena itu, jangan pernah menyerah ketika kau jatuh tersandung kerikil-kerikil di sepanjang jalanmu. Jangan pula kau merasa malu terhadap dirimu sendiri. Angkat kepalamu dan teruskan perjalananmu mencapai finish.
Ketika pertandingan dimulai, Kuharap kau bisa mengacuhkan omongan orang-orang yang menonton di bangku stadion. Jangan merasa sombong karena pujian atau karena kau diunggulkan. Pujian dan pengagungan yang keluar dari mulut mereka terkadang hanya sekedar basa-basi di depan para juara. Tak jarang, kata-kata manis itu akan segera berubah menjadi kritikan pedas dan kecaman ketika para juara itu gagal. Karena itu, kau juga tidak perlu risau ketika mendengar pernyataan-pernyataan skeptis yang mengatakan engkau pasti kalah. Kau bukan bertanding atas kemauan mereka. Kau juga tidak hidup berdasarkan omongan mereka. Pelari yang berpengalaman tahu akan hal itu. Karena itu, tidak usah pusing dengan perkataan-perkataan mereka. Fokuskan pikiranmu pada tujuan yang semula, bukan untuk mendapatkan pujian atau penghargaan dari orang lain, tapi untuk menyelesaikan pertandingan. Aku, Pelatihmu, tidak pernah meragukan kemampuan yang kau miliki. Aku tahu seberapa besar potensi yang ada padamu dan Aku tahu kau pasti bisa mencapai garis finish dengan gemilang.
Selamat berjuang anakKu, Aku menunggumu di garis finish.
Yang mengasihimu,
Bapamu, Pelatihmu, Sahabatmu, Penonton setiamu
Tuhan.
Ingin Menangis
Saat aku berada pada posisi yang seperti ini, ingin rasanya aku tumpahkan semua air mata ini. Namun aku tak bisa.
Aku tidak lagi tahu bgaimana caranya menangis.
Di tengah kesakitan yang seperti inipun aku tak mampu.
Ingin, ingin sekali rasanya sedikit melepas beban dengan tangisan jika aku mampu.
Badanku sangat lemah, dikerubungi oleh bakteri-bakteri salmonella yang tak bosan-bosannya tinggal di dalam tubuhku.
ingin aku sampaikan kepada mereka : hye bakteri, tolonglah jikalau kau ingi berada disitu jangan sakiti diriku, kalau kau memang tak ingin pergi jadilah sahabatku.
Tapi apa daya, aku hanyalah aku yang seperti ini, dengan kedaan lemah aku menulis ini.
Ingin rasanya aku menangis.

