Pengawas Ujian

Baru saja aku selesai mengawasi ujian. Hehehe.
Ini adalah kali pertama aku menjadi pengawas ujian. Ujiannya untuk anak TPB, mata kuliah fisika.
Ternyata walau sudah pernah menjalani ujian, tetap aja ada peserta yang lupa membawa sesuatu yang wajib untuk dibawa waktu ujian. Contohnya tadi seorang mahasiswa gak bawa kalkulator, padahal tadi ujian fisika. Hadehhh.. sebagai pengawas yang baik, saya meminjamkan nya kalkulator saya. Dan beberapa menit kemudian, ketika saya mengecek KTM satu persatu mahasiswa, ternyata mahasiswa yang tidak bawa kalkulator ini lagi-lagi tidak membawa KTM nya, sebagai pengawas yang taat aturan, maka saya suruh dia meninggalkan ruangan dan menghubungi dosen atau TU yang bersangkutan sesuai fakultasnya.
Ada-ada saja, semoga ini menjadi pengalaman berharga untuk ke depannya.

Agenda Liburan

Walaupun kalender pendidikan untuk tahun ajaran depan belum keluar, tapi sesuai perkiraan, liburan semester ini kurang lebih 3 bulan. Wahh, liburan yang sangat panjang. Sekarang ini masih memikir-mikirkan agenda apa yang akan aku lakukan nanti. Hehehe.
Kalau pengennya seh, pulang ke medan. Dah rindu soalnya, padahal baru loh desember lalu balik ke sana. Tapi gak apalah. Tapi masih rencana seh, karena bisa jadi aku ngambil SP, atau ada juga teman yang ngajak buat ikutan Kuliah keja nyata yang diadakan lembaga kemahasiswaan. Nah, loh, kalau dah gini jadi bingung deh mo milih yang mana. Karena semuanya juga menurutku penting-penting.
Tapi ya, namanya juga rencana, pasti bisa berubah kapan aja. So, tunggu tanggal mainnya.

Arak-Arakan wisuda

 

Kembali, untuk mengapresiasi para wisudawan, kami dari Himpunan mahasiswa sipil mengadakan acara yang disebut arak-arakan. Diblog ini mungkin sudah pernah juga saya memposting arak-arakan. Ini adalah yang kedua kalinya kami angkatana 2010 yang mengarak-arak para wisudawan. Motif yang kami gunakan seperti yang terlihat di gambar (army), tidak tahu itu ide siapa, tapi yang pasti Paintface yang ada diwajah itu sangat membuat risih dan muka menjadi keras. Tapi apa boleh buat demi keserasian dan kebersamaan.
Acara arak-arakan ini sendiri merupakan suatu tradisi yang sudah turun temurun dilakukan oleh senior kami. Tapi untuk zaman sekarang tempo nya sudah diperlambat. Artinya, kalau dulu, masih terlihat beberapa kekerasakan yang dirasakan para wisudawan dari teman-teman atau juniornya, kalau sekarang walaupun masih ada, tapi masih bisa ditolerir lah. Seperti memukul pakai gulungan dari kertas,tapi dipadatkan sehingga menjadi keras. Lalu disuruh pushup, jalan jongkok, kayang, dll. Tapi itu menjadi sesuatu hal yang patut untuk mereka ingat. Karena bagaimanapun suatu kebanggaan bisa memperoleh apresiasi dari himpunan dan teman-temannya sendiri.

 

Friendship

50 menit aku bicara via telepon dengan Ipeh. Dia teman sma dulu. Rasanya cepat sekali waktu 50 menit itu. Tapi lumayanlah, cukup banyak juga perbincangan yang bisa kami share. Kalau menurutku, dia masih sama seperti ipeh yang dulu ku kenal. Suaranya juga gak jauh berubah. Masih cempreng tapi unik. Heheh
Gaya ngomong nya sama aku juga gak jauh berbeda. dia itu menurutku teman yang sangat baik, yang punya kasih sayang lebih kepada sahabat-sahabatnya.
Jadi kangen deh masa-masa SMA dulu. Soalnya kami ber4 dulu itu sangat akrab. Bisa dibilang kayak keluarga, mengetahui banyak kebiasaan satu sama lain. Tapi sekarang sudah gak terlalu sering lagi berkomunikasi, mungkin karena kegiatan dan posisi kami masing-masing. Tapi tetap kalau kenangan dan nilai persahabatan itu gak akan pernah terlupakan dalam benak ini. Itu adalah hal yang terindah yang pernah aku/kami alami.

Semoga  persahabatan ini akan selalu kami kenang sampai kapanpun.

Cerita Pak Dosen

Pak binsar sebagai dosen matematika rekayasa di teknik sipil beberapa hari yang lalu bercerita sedikit tentang indonesia dibandingkan dengan negara tetangga kita malaysia. Pak professor ini mengatakan bahwa dulu tahun 70-an, orang-orang malaysia banyak yang kuliah di indonesia (itb,ugm,ui).

Dulu mereka itu susah sekali untuk mengerti apa yang kita ajari, tetapi lihatlah sekarang, mereka sudah lebih maju daripada kita. Bagaimana itu bisa terjadi,?. Mereka sadar bahwa pendidikan adalah yang terutama, sehingga mereka sangat mengedepankan pendidikan, mereka tekun belajar, tidak seperti kita, pemalas, tidak peduli, lihatlah pemerintahan kita ini.

yah, itulah fakta di balik keadaan kita yang sekarang dan dulu. Ketika dulu Bung karno yang menjadi presiden, negara kita memang sangat disegani khusunya di saentro asia. Tapi namanya politik apapun bisa terjadi, hingga mengakibatkan kita menjadi seperti yang sekarang. Mungkin sekarang banyak yang mengelu-elukan kalau perekonomian kita sudah membaik di banding kan negara eropa yang mengalami defisit. Tapi apakah benar seperti itu??..Apakah benar jutaan orang yang pengangguran dan jutaan rakyat miskin lainnya merasakan hal apa yang disebut “6%”pertumbuhan ekonomi??.. Ataukah jangan-jangan, yang membuat pertumbuhan itu hanya disebabkan dan diperoleh oleh konglomerat-konglomerat yang semakin berjaya, merekan meraup keuntungan sebesar-besarnya, dan memang kalau di hitung-hitung hal itu memang benar adanya, tapi kan yang merasakan tetap yang punya perusahaan dan modah yang sangat besar. Ini hanya pandangan saya sebagai orang awam yang tidak terlalu mengerti tentang ekonomi.
Tetapi hal yang sangat membuat sedih adalah kemana indonesia dulu , yang setidaknya mempunyai taring diantara negara lain, mereka sekarang melaju dan kita tenggelam.

Sekolah Pengusaha Muda

Barusan saya mendaftar Sekolah Pengusaha Muda, yang sebenarnya saya belum tahu siapa penyelenggaranaya. Kalau menurut saya pribadi mungkin itu adalah proyek2 anak SBM atau unit yang bergerak disekitaran pengusaha. Tapi whatever, semoga saya diterima dan dapat belajar cara menjadi pengusaha, agar nantinya bisa menjadi pengusaha.

Korupsi Semakin Brutal

Gimana mo gak brutal, kebanyakan pemainnya mereka-mereka juga, yang notabene sudah mengetahui semua seluk beluk sistem yang ada, mereka adalah penguasa sistem, mereka yang membentuk sistem, mereka yang merusak sistem, apapun yang ingin mereka lakukan terhadap sistem, bisa saja asal ada kemauan dan uang.
Jadi menurutku, tujuan utama seseorang sekarang ingin menjadi petinggi2 politik adalah untuk menanam investasi, mempermudah birokrasi demi kelancaran bisnisnya . Hanya sedikit yang benar-benar berniat untuk memajukan bangsa ini.

Baca : disini

Kebiasaan Membaca

Tadi saya makan nasi goreng di warung dekat kostan, dan tiba-tiba ada seorang wanita bule yang ingin makan juga. Dia duduk di depan saya, dan setelah mengucapkan satu kata “capcai” ke penjual, dia langsung duduk, dan membuka tas, dan mengeluarkan buku, Sementara saya terbengong melihat wanita ini. Dalam hati saya merasa sangat malu karena merasa saya masih sangat banyak membuang-buang waktu. Lihatlah mereka, dimanapun, mereka menyempatkan untuk membaca, membaca, dan membaca. Saya rasa, inilah perbedaan yang sangat mendasar antara kita dengan bangsa-bangsa maju. Membaca saja kita sangat malas, gimana mau membuat perubahan??..karena perubahan mendasar yang ingin kita ubah itu sebenarnya terdapat di dalam buku, disana lengkap hasil pemikiran-pemikiran orang yang sudah lebih dahulu merasakan dan melaksanakan kehidupan ini dengan baik, dan membagikannya kepada kita, namun kitanya saja yang enggan untuk mempelajarinya, bahkan untuk sekedar ingin mengetahuinya.
So, untuk saya, untuk kita, rajin-rajinlah membaca, membaca apapun itu, jadikan itu suatu kebiasaan yang melekat erat di dalam diri kita.