Terjebak

Siall!! Aku terjebak.
Terjebak dalam perasaan.

Siall!! Aku terjerembab.
Terjerembab dalam kepalsuan.

Siall!! Aku terlena.
Terlena dalam kebodohan.

Karanganyar, 13 July 2017.

Cinta Sejati

Hakikat cinta adalah melepaskan. Semakin sejati ia, semakin tulus kau melepaskannya. Percayalah, jika memang itu cinta sejatimu, tidak peduli aral melintang, ia akan kembali sendiri padamu.

“Tere Liya, – dalam bukunya Amelia”

Selalu Bersyukur

Saya mengutip syair lagu rohani yang dibawakan oleh Nikita.
“Ku tak membawa, apapun juga
Saat ku datang ke dunia,
ku tinggal semua pada akhirnya,
Saat ku kembali ke surga”

Pengalaman yang mengajariku untuk selalu bersyukur. Ada begitu banyak berkat yang telah ku terima dari Tuhan. Keluarga, kesehatan, berkat dari mulai pendidikan sampai karir yang kujalani saat ini. Tak ada sedikit pun alasan untuk tidak bersyukur atas apa yang telah aku terima sampai saat ini.
Aku benci kesombongan, aku benci ke angkuhan, aku benci membanggakan diriku di hadapan orang lain.
Terkadang ada rasa ketidak puasan atas apa yang aku raih selama ini, Tapi ketika ku sadar, ada hal yang jauh lebih penting dari semuanya itu.
Prinsip saya sekarang bukan untuk menjadi kaya raya, tidak, ada hal-hal yang lebih dari uang. Kebahagiaan itu jauhhh melebihi itu semua. Kebahagiaan itu adalah menerima, menerima bahwa manusia memang lemah, tapi bukan berarti melemahkan diri dan tidak berusaha.
Kenali akan dirimu, “Gnoti seauton” kata bijak ribuan tahun lalu di timur tengah sana.
Saya terus memaksimalkan diri saya, saya akan berjuang untuk melakukan yang terbaik, dan menjadi yang terbaik adalah nomor sekian buat saya. Saya lakukan dengan doa.
“Dead comes to all of us at the and” kata-kata snape (harry potter) mengingkatkan saya bahwa tak ada yang dapat kita bawa dari dunia ini, berkat yang kita terima seyogyanya adalah untuk kita bagikan ke sesama kita. Kematian mengajarkan kita bahwa hidup harus dimaknai dengan penuh syukur dan penuh berbagi.
“Semua buku kepemimpinan, akan menjadi omong kosong ketika kau kenal Tuhanmu, dan baca alkitabmu”. Kutipan mantan menteri dari papua menutup tulisan saya ini.
Selalu lah bersyukur. Tuhan memberkati.

Membentuk yang Terbaik

“Intan hanya dapat dipotong/dibentuk oleh intan itu sendiri”.  Pernyataan ini sangat bernilai buat saya pribadi.
Di muka bumi ini, intan adalah salah satu material yang paling berharga selain emas. Intan terbentuk dari batu bara yang bermetamoforsis akibat perubahan fisis dan kimiawi selama jutaan sampai miliaran tahun lamanya. Kebayang gak lamanya itu? 😦
Pun demikian dengan kita. Saya tidak berprinsip kaku bahwa seseorang harus dibentuk oleh intan untuk menjadikannya intan yang mempunyai bentuk nan indah. Tapi saya percaya bahwa orang-orang terbaik akan menjadi sempurna baiknya apabila diasah oleh orang-orang yang terbaik juga.
Jangan biarkan intan yang berada di got tidak dipoles, sehingga orang menilai bahwa intan itu hanyalah seonggok sampah berbau yang terbuang begitu saja. Intan tetaplah intan dimanapun dia berada, tetapi harus dipahat terlebih dahulu untuk menjadikannya sempurna.
Semoga saya bertemu dengan intan yang menjadikan saya intan yang berbentuk sempurna.
Emang saya intan? Bukan saya novembri. .. Hihihi

Kesempatan Terakhir

Aku sedang berusaha untuk memantaskan diriku dengan seorang wanita yang sangat aku cintai. Sudah lebih dari 2 tahun kami saling mengenal. Semakin lama, semakin tau bagaimana karakter kami masing-masing, sebaik-baik dan buruk-buruknya pribadi kami.
Hingga pada suatu hari yang sudah berlalu, kami telah sepakat untuk mengakhiri hubungan demi kebaikan masing-masing.
Aku adalah seorang pria yang sadar akan ke egoisan dan sederet keburukan yang amat teramat parah. Hingga di titik dimana kami masih saling bertukar kabar dan mengetahui bahwa dia sedang dekat dengan seorang lelaki, yang aku tau pasti jauh melebihi segalanya dariku.
Rasanya waktu ku berhenti berputar, sembari kurasakan detak jantungku melemah. Aku sadar bahwa aku masih sangat menyayanginya, dan berusaha tetap menjadi lelaki yang bisa bertukar kata dengan dirinya.
Aku tidak bisa melarang dan mematahkan apa yang terjadi dalam hidupnya, aku sudah diberikan banyak kesempatan untuk berubah oleh dirinya. Dan ini adalah kesempatan terakhirku untuk mengubah yang buruk-buruk yang sudah melekat lama di dalam diriku.
Aku berusaha untuk memantaskan diriku untuk merendahkan hatiku dalam menyayanginya. Satu prinsip yang melekat di hatiku adalah ketika menggemgam pasir, jangan genggam terlalu kuat, karena akan banyak yang tumpah, tetaplah membuka tanganmu perlahan, dan biarkan pasir itu tetap berada dalam genggamanmu.
Aku bersyukur masih diberikan kesempatan terakhir darinya untuk mengubah diriku, dia begitu baik dan pengertian.
Yang aku katakan adalah ya, dan dengan itu aku telah bertekad lagi untuk memperbaiki diriku.

Ini adalah kesempatan terakhirku.
🙂