Bangkit

Apapun bisa dirampas dari manusia, kecuali satu : kebebasan terakhir seorang manusia, kebebasan untuk menentukan sikap dalam setiap keadaan. Kebebasan untuk memilih jalannya sendiri. Viktor E Frankl.

Sangat lelah berada di dalam kondisi yang sekarang ini. Tanpa sadar mentalku sangat down dengan kejadian kejadian masa laluku.

Yang selalu kupikirkan adalah bagaimana caranya bangkit, bagaimana me recovery semua yang ada dalam diriku.

Entah kenapa, tak ada seorangpun yang ada didekatku ketika aku hampir jatuh teramat dalam, semuanya sepertinya sibuk dengan kehidupnnya. Ya, tak ada yang bisa disalahkan dari semuanya itu.

Aku percaya bahwa Tuhan selalu ada buatku.

Aku akan berusaha untuk menyembuhkan luka-luka yang ada terlebih dahulu.

Aku percaya bahwa masa lalu adalah guru yang terbaik.

Di hari-hari berikutnya aku tanamkan dalam diriku untuk lebih semangat dan tekun dalam semua hal yang kulakukan.

God Speed.

Iklan

Kenapa instagram?

Saya iseng melakukan pengamatan terhadap kebiasaan saya membuka social media. Pertanyaan yang muncul adalah, “Media sosial apa yang paling saya sering buka?”

The answer is Instagram.

Ini bukan dibuat-buat, tapi refleks saya ketika membuka handphone adalah, sering sekali langsung membuka instagram.

Foto bercerita segalanya. Bahkan sering tanpa membaca caption di bawahnya pun, foto itu langsung menarik untuk dilihat.

Tapi tetap untuk foto yang menarik buat saya adalah foto yang dijelaskan dengan caption yang tepat dan menarik juga.

Negatifnya membuka instagram pun banyak, kadang terlintas di lini masa, foto atau story “Mantan” yang sangat mesra dengan pacarnya. Uw uw uw. Iri coyyy.

“Mau kapan nih punya pacar bro? ” bisik pikiran ku ini. Hufttt. Skip skip skippp

Oke, itu negatif yang pertama, negatif yang kedua adalah : Instagram itu nyedot datanya ampun deh, buanyakkkkk, hampir lebih dari setengah data yang digunakan di handphone ini diserap oleh instagram. Kenapa? Karena instagram selalu update foto toh? Yang mana foto adalah media yang membutuhkan banyak data untuk di download/upload.

Itu negatif yang kedua, negatif yang ketiga? Waktu luang, banyak yang terbuang sia-sia hanya untuk melihat foto-foto.

Instagram adalah media penghabis waktu yang sangat berhasil. Apalagi untuk warga indonesia yang kerjaannya adalah kepo atau lebih tertarik dengan hoax. Shiittt man.

Makanya sering saya suatu waktu pengen menghapus akun instagram. Hahahha

Tapi kalau dipikir2 sayang juga, karena moment history nya kadang bisa mengingatkan kita akan hal2 konyol atau indah ketika kita buka buka kembali instagram kita.. Oke skip lagi.

Intinya apa ya? Hmmmm. Intinya adalah instagram buatku kayaknya lebih banyak dampak negatifnya dari dampak positifnya.

Wkwkwkw

Hapus aja kali ya? Entar aja deh, siapa tau di luar sana ada banyak fans fans yang mau kepoin foto ane.

Ha ha ha.

Masa Lalu, adalah guru terbaik?

Lombok, adalah salah satu tempat terindah yang pernah saya kunjungi .

Ke sekian kalinya dalam bulan ini, tempat yang sangat indah itu, diguncang gempa dengan magnitudo terbesar 7 SR.

Saya bisa membayangkan betapa dahsyatnya guncangan tanah menggoyangkan apapun yang di atasnya.

Berita sana sini yang sangat menghebohkan, membuat saya langsung menghubungi teman yang dulu mengajak saya ke sana. “Rumah yang kita singgahi dulu , sudah rata dengan tanah Bing”, begitu jawabannya ketika kutanya seberapa parah keadaan disana.

Spontan, bulu ini merinding dan sangat sedih mendengarnya. Bagaimana tidak, rumah itu pernah menyuguhi kami tempat dalam lelapnya tidur seusai menuruni gunung terindah di negeri ini.

Memang, dari informasi yang ada, pusat gempa sangat dekat dengan Gunung Rinjani, atau lebih tepatnya di area Lombok Utara. Sembalun, serta gili trawangan yang mana adalah pusat2 wisata terbaik di lombok, luluh lantak di guncang gempa yang sangat besar itu.

Doa saya untuk mereka, semoga kuat dan tabah menghadapi bencana ini .

Dari data yang ada, Indonesia memang salah satu daerah yang sangat rawan dan potensial terjadi gempa. Istilahnya, kalau kalian pernah dengar, “Ring of Fire”, karena hampir semua pulau dikelilingi oleh lempengan yang suatu saat sangat berpotensi untuk bergeser yang menghasilkan guncangan Gempa dan Tsunami.

Sama halnya dengan negeri kita yang indah ini, Jepang juga adalah salah satu negara dengan kawasan paling resiko terkena bencana gempa dan tsunami.

Tapi perbedaanmendasar antara negara kita dengan mereka adalah bahwa mereka sangat baik dalam mengantisipasi keselamatan warga dan ketahanan bangunan2 disana. Bencana tak akan mungkin ditolak, tapi mereka dengan segala upaya , melakukan minimalisir korban dan dampak yang dihasilkan, dengan cara simulasi tanggap bencana kepada semua pelajar, khususnya dari mulai tingkatan terendah di sekolah mereka. Mereka sadar bahwa tanggap terhadap bencana dan tau melakukan apa ketika terjadi bencana, harus ditanamkan dan mendarah daging di dalam semua masyarakat mereka.

Di lain sisi, pemerintahnya juga bahkan membangun tembok beton belasan meter untuk menghalau Tsunami yang mungkin bisa muncul kapan saja. Milyaran dollar rela mereka kucurkan demi keselamatan warganya.

Sangat banyak hal yang kita patut acungi jempol terhadap negara jepang dalam memanage bencana yang bisa datang kapan saja.

Inti yang ingin saya sampaikan adalah, bahwa masa lalu yang pernah dialami, mereka jadikan pelajaran dan pengalaman berharga untuk meng create sesuatu yang bisa mengurangi dampak buruk yang bisa terjadi.

Lantas, bagaimana dengan kita? Begitu banyak sejarah masa lalu , bencana demi bencana yang terjadi, dan yang mengintai di depan sana. Apakah sudah kita persiapkan dengan baik seperti yang Jepang lakukan? Apakah kita sudah mengajarkan kepada anak cucu kita untuk selalu mengajar dan menanamkan apa itu tanggap bencana?

Apakah masa lalu memang benar2 bisa kita jadikan guru yang terbaik dalam mengajari kita?

Semoga.

 

Pilih menetap (di Jakarta) atau pindah-pindah (di proyek) ?

Saat ini saya sedang bekerja di perusahaan plat merah bidang konsruksi. Pekerjaan yang membuatku tak pernah menetap di satu tempat dalam jangka waktu yang cukup lama. 3 tahun sudah saya menjalani pekerjaan di bidang ini, total sudah 3 proyek yang sudah saya jalani.

Proyek pertamaku adalah pembangunan fly over (akses) menuju Terminal 3 bandara soekarno hatta ; proyek keduaku membangun bendungan gondang di karanganyar solo ; dan sekarang proyek ketiga ku adalah membangun Gardu induk tegangan ekstra tinggi 500Kv di Peranap pekanbaru. Fyi, untuk menyombongkan diri, semua proyek di atas bernilai ratusan milyar rupiah loh. #sombong. Skippp

Dan sekarang ini, karena proyek ketiga ini belum efektif berjalan (karena lahannya belum bebas), jadi lah saya dan beberapa orang di satu tim, bekerja mempersiapkan segala hal, di kantor pusat, di jakarta.

Singkat cerita, saya beberapa kali di minta bantuan untuk pekerjaan site visit, dan mengikuti tender untuk proyek baru. Sehingga 1, 2 atasan di kantor pusat ada yang merekomendasikan saya untuk ikut mengambil bagian dalam suatu divisi di sana. Divisi yang baru dibentuk, divisi sistem dan pengembangan. Fungsi utamanya adalah mengembangkan ide dan inovasi untuk kemajuan perusahaan ke depannya.

Jujur, ini adalah tempat yang sangat cocok buatku pribadi. 2 hari yang lalu, saya langsung bertemu dengan kepala bagian di bidang ini, dan mengobrol cukup lama perihal rencana dan rancangan ke depannya. Dan ternyata, kepala bagian ini adalah senior saya di kampus gajah, beliau angkatan 88, walapun cukup jauh, tapi ada kesamaan pemikiran di antara kami. Jadilah chemistry pembicaraan menjadi semakin menarik.

Mungkin karena ketertarikan dan ide2 yang kusampaikan membuatnya menarik, beliau langsung merekomendasikan untuk ikut di tim nya.

Jujur, ini adalah tawaran yang sangat menarik buatku pribadi, bagaimana tidak, walaupun jabatannya staff, tapi pekerjaannya adalah sebagai konseptor untuk pengembangan kemajuan perusahaan. Ahh, luar biasa sekali.

Tapi yang menjadi masalah adalah, saya akan tinggal di kota Jakarta. Dengan biaya yang tidak sedikit dibandingkan kalau saya tinggal di proyek.

Itu adalah faktor utama ku yang sangat menghambat.

Bila dibandingkan dengan di proyek, tentu pendapatan di kantor pusat jauh lebih kecil, dan biaya makan serta akomodasi, tempat tinggal, harus saya pribadi yang memikirkannya. Fiuhhh.

Dan kelemahan bekerja di proyek adalah mobilitas yang tinggi (artinya tiap tahun bisa pindah). Kalau kondisi dimana saya belum berkeleuarga, it’s fine, tapi kalau sudah berkeleuarga? Kasian anak istri yang bakal di tinggal2. Mau sampe kapan?

Dan sekarang aku masih bimbang. Kemana arah hidup ini akan berlabuh ?

Sama seperti kisah cintaku. Pretttt.

 

 

Kenapa masih menggunakan PLTU?

3 hari yang lalu, saya, kapro, dan 2 orang tim proyek diutus untuk mengikuti aanwizing proyek PLTU Cirebon 2, 1x1000MW.

Fyi, proyek ini sudah dimenangkan oleh kontraktor korea selatan , Hyundai KSO.

Dari berbagai info, nilai investasi pembangunan proyek ini mencapai 26 Triliun. Fantastis bukan?

Kami disini diundang sebagai calon rekanan subcontractor pekerjaan civil.

Singkat cerita, kami sampai ke lokasi sekitar 4 jam perjalanan dari jakarta timur.

Ada yang menarik dari proyek ini, dengan kapasitas yang sangat besar, artinya kegunaannya pun sangat jangka panjang, kenapa masih menggunakan PLTU,? yang notabene adalah pembangkit yang kurang ramah lingkungan dan sangat tergantung dengan ketersediaan bahan bakar batu bara yang suatu saat pasti habis.

Di sebelah lokasi proyek, ternyata sudah ada jg PLTU cirebon 1 , yang sudah beroperasi dengan kapasitas 660MW.

Faktor utama yang paling masuk akal adalah biaya investasi yang cukup murah dbandingkan dengan proyek pembangkit listrik yang renewable dan ramah lingkungan.

Semurah apa? Nanti suatu waktu mungkin kita bahas di blog ini kembali ya.

Tapi, saya jg sedikit tergelitik bertanya, kenapa kontraktor yang membangun adalah kontraktor asing?

Padahal kontraktor2 dalam negeri juga sudah cukup berpengalaman untuk membangun proyek serupa?

Baca sana sini, ternyata investor nya adalah perusahaan asal korea selatan.

Sama halnya seperti MRT jakarta, ketika suatu perusahaan atau negara asing berinvestasi dengan nilai yang besar untuk suatu proyek, sangat besar kemungkinan nya, dia akan mengajukan kontraktor pelaksana nya juga adalah kontraktor yang berasal dari negaranya.

Supaya apa? Itu lah namanya monopoli bisnis, memutar uang dipusaran lingkup si investor tersebut.

Bussiness is bussiness.

Kemampuan Literasi

Salah satu acuan kemajuan suatu negara adalah kemampuan literasi masyarakatnya yang tinggi. Kemampuan literasi adalah kemampuan membaca, menulis dan berpikir kritis.

Di perjalanan kereta lintas provinsi jawa, sering saya memperhatikan, ketika ada bule2 yang sedang travelling, mereka selalu membaca dan kadang menulis di laptopnya. Di lain sisi, saya sudah terbiasa melihat orang2 kita memegang handphone, entah apa yang dilihat, mungkin adalah social media. Termasuk saya. Hahaha.

Itulah tujuan saya dari awal membuat blog ini. Untuk keningkatkan dan membiasakan diri saya melatih kemampuan literasi saya.

Dulu saya pernah menulis, bahwa kemampuan menulis tak akan pernah terbentuk kalau tidak pernah membaca.

Dan sama hal nya dengan kemampua ln berpikir kritis, semakin sering kita membaca banyak hal, semakin kritis dan tajam pemikiran kita akan suatu hal.

Lihatlah bagaimana tulisan dari media-media tanah air. Kebanyakan hanya ingin mendapat klik sebanyak- banyaknya dari pembaca. Kadang judul dibuat seolah-olah sangat menarik, padahal isinya sampah.

Menurut saya pribadi, salah satu media di indonesia yang cukup baik adalah cnnindonesia, yang lainnya sangat minim tulisan yang baik.

Bandingkan ketika kita membuka nytimes atau telegraph, bagaimana suatu berita ditulis dengan prinsip prinsip jurnalisme yang sangat baik.

Berbanding terbalik dengan media kita, yang bahkan sampai saat ini banyak sekali yang diberitakan adalah berita2 kriminal tanpa faedah.

Apa yang salah?

Kemampuan literasi yang rendah.