Coba pikirkan terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu yang menyakitkan. Proyeksikan dirimu menjadi sesorang yang kau sakiti, Berdasarkan sifat dan karakternya. Tapi jangan kau posisikan dirinya  dengan sifatmu.

Ngerti gimana rasanya??

Ls

Hati Sbagai Hamba

Ku tak membawa apapun juga
Saat ku datang ke dunia
Ku tinggal semua pada akhirnya
Saat ku kembali ke surga

Inilah yang ku punya
Hati s’bagai hamba
Yang mau taat dan setia
padaMu Bapa

Kemanapun ku bawa
Hati yang menyembah
Dalam roh dan kebenaran
Sampai s’lamanya

Bagaimana ku membalas kasihMu
S’gala yang kupunya itu milikMu
Itu milikMu

Pelaruga, Sebuah perjalanan penutup akhir tahun 2014

[Flashback] Setelah resmi diwisuda, beberapa minggu kemudian, saya kembali ke pangkuan ibunda, Medannn…
Walaupun dikota yang satu ini, saya merasakan beberapa kejadian layaknya pada masa penjajahan : mati lampu dan jalanan rusak, tapi tetap, kota ini adalah kota tercinta yang selalu menjadi idaman di hati ini . Cuihhh….:D

SKipp..skip..skipp…

Sebuah perjalanan di mulai ketika, saya dan beberapa orang teman SMA berkumpul untuk sekedar melepas rindu, bercengkerama sana sini, dan ujung ujungnya adalah merencanakan jalan-jalan. Awalnya sih mengelilingi danau toba dan sekitarnya, namun karena satu dan berbagai hal, akhirnya diputuskan untuk ke PELARUGA, sebuah tempat yang akhir-akhir ini menjadi tren di kalangan anak muda kota medan dan sekitarnya untuk melepas penat dari kesibukan masing-masing.

Tempat ini berlokasi di kota Binjai, sekitar 2 jam perjalanan dari kota medan. Ada yang menarik, sebelum sampai di TKP, ada beberapa orang yang menggunakan motor,menawarkan guiding , atau disana mereka menyebutnya “Ranger” (Kayak di pilem anak2 jaman dulu itu..hakhakhak) . Mereka cukup nekat untuk menawarkan jasa, dengan cara mengikuti mobil kita dengan menggunakan motor tanpa menggunakan helm. Hufftt..

Namun dengan berat hati, kami menolak tawaran mereka, karena di TKP katanya banyak juga guide yang bisa membantu.

Skipp..skip…skip..

Sampai di tujuan, kita meminta jasa 2 orang guide untuk memandu selama perjalanan. Dan ternyata oh ternyata, lokasi yang dituju cukup curam dan licin. sekitar 15 menit berjalan, sampailah kami ke tempat tujuan. Pelaruga ini adalah suatu sungai yang mempunyai air terjun sekitar 10-20 meter. Saya lupa apa kepanjangan pelaruga, namun sungai ini masih sangat bersih (airnya bahkan hijau bersih), dan alirannya cukup deras.. Jadi sebelum kesana, kami dibekali dengan pelampung, agar lebih safe.

Ada 3 spot utama tujuan para traveller : Kolam abadi, air terjun teroh-teroh, dan air terjun tongkat.

Lokasi pertama yang kami tuju adalah kolam abadi. Jujur, ini adalah sungai yang paling bersih yang pernah saya jumpai selama hidup ku 22 tahun.😀 . Setengah jam mandi-mandi (Kayak anak kecil), kami pun memulai start untuk menuju lokasi ke dua :air terjun teroh-teroh.

Awalnya saya mengira, ini hanya sekedar berjalan mengikuti air sungai (body rafting), tapi ternyata, sesudah di tegah, aliran airnya cukup deras, dan banyak batu-batuan besar dengan kontur yang kurang bersahabat bagi saya seorang pemula dan tidak bisa berenang.😦 . Hahahah. (untung pakai pelampung).

Jadilah, saya dengan hati-hati dan sedikit khawatir, menikmati body rafting (ini pertama kali saya body rafting) yang dipandu oleh dua orang Ranger.

Lumayan jauh perjalanan  (sekitar 1 jam-2 jam, body rafting) ..akhirnya sampailah di tempat tujuan : air terjun teroh-teroh. Sungguh, walaupun saya pernah menyaksikan air terjun yang jauh lebih tinggi dari ini, tapi saya tetap terkesima, dan sangat terpukau. Apalagi karena melewati proses yang cukup menguras tenaga dan adrenalin selama body rafting menuju tempat ini.

Tempat utama yang “katanya” lebih bagus, yaitu air terjun tongkat, tidak sempat kami jalani, karena waktu sudah tidak memungkinkan. Butuh waktu lebih lama lagi, untuk kesana. Jadi segitu dululah yang kami jalani. Terlepas dari bagus atau tidaknya lokasi yang kami tuju, tapi proses selama mencapai tujuan itu lah yang menurut saya paling berharga dan berkesan. Jpeg Jpeg JpegFoto-fotonya kurang bagus euy, maklumin aja yakk….😀

Sudah 2015 ????

Hahaha… Dah lama coy gak buka nih blog. Kangen juga, jari-jari ini untuk dilatih kembali meliuk-liuk di atas tombol QWERTY laptop dell ku. Hufftt. .. Hakhakhak…

Sebelumnya SELAMAT TAHUN BARU dari awak (penulis asli blog ini.) -___-

Biasanya banyak harapan baru yang muncul manakala pergantian tahun terjadi. Tapi entah kenapa, kok tahun ini rasanya hambar sekali ya?? Padahal hidup yang sesungguhnya sedang menantiku di depan. 1 cm, 2 cm, 3 cm…..Yahh, walaupun rasanya berat sekali untuk kembali me rekonstruksi puing-puing semangat (kayak waktu jaman muda dulu), tapi aku tetap harus berjuang.

Semoga dengan tulisan pertamaku di blog ini untuk tahun 2015, bisa menjadi bukti bahwa aku harus kembali berjuang dan bertekun di dalam kehidupan ku yang sekarang. Damai sejahtera Tuhan Yesus bersamaku.🙂

Jenuh dengan berbagai berita di media

Dulu saya termasuk orang yang cukup intens dalam membaca berbagai berita dimedia (cetak maupun elektorik). Namun, dengan berjalannya waktu, ada suatu perasaan jenuh dengan tulisan yang rasanya “kok itu-itu saja ya”, judulnya memang beda, tapi tipe beritanya kalau di tinjau lebih jauh, kebanyakan hampir sama. Apa lagi kalau bukan carut marut di negeri ini, dari mulai perpolitikan hingga ekonomi.

Jengah rasanya persentasi pemberitaan tentang hal-hal positif (penemuan, kreatifitas, alam, prestasi indonesia, dll) itu jauh lebih kecil dibanding berita yang mungkin lebih bernilai dari segi komersial, tapi dari kualitas sangat menyedihkan. Sebenarnya saya agak ragu dengan pernyataan bahwa, masyarakat kita sudah semakin pintar. Pintar yang seperti apa? jangan-jangan kita kebanyakan hanya dibodohi oleh berita di media?. Korelasi antara judul dan isi nya pun kadang membuat saya geram. Khususnya untuk berita-berita yang dimuat di online. Kebanyakan hanya untuk mempercantik luar nya saja, tapi isinya nihil.

Ahhh, tapi ini jangan-jangan hanya penilaina saya saja?. Tidak tau apa tanggapan kawan-kawan sekalian.

Mungkin ada baiknya teman-teman membaca website ini saja untuk menambah produktifitas.