. . . .

Cinta itu indah….. Tapi kehilangan itu yang menyakitkan.

Iklan

Memetik pelajaran dari kenangan

Ada dua macam kenangan dalam hidup seseorang. Yang satu indah dan layak dikenang, yang satu terlalu sakit untuk dibuka dan kembali diingat.

Beruntunglah bagi mereka yang dapat memetik pelajaran dari setiap kenangan buruk dalam hidupnya, karena tak banyak yang mampu mengambil sikap hati seperti itu. Kemarahan dan dendam sering jadi hasil akhir ketika sebuah kenangan buruk tertorehkan dalam hati seseorang.

Seseorang pernah mengatakan bahwa sesuatu tidak akan mengubah apapun kecuali kita belajar darisana, itu yang akan mengubah tindakan kita.

Kalau kita mundur ke belakang dari hidup kita, ada banyak hal akan kita temukan, titik-titik yang menuntuk kita, menjadi siapa dan seperti apa kita saat ini.

Connecting the dots – Steve jobs pernah berkata di pidato nya di standford.

-Buitenzorg 30 august 2018, di sudut ruang dunkin donuts.

Ironi Dunia Profesi ?

TERNYATA TAK SEINDAH DAN TAK SESEMPURNA MIMPI

Q : Saya Fresh Graduate dari kampus terkemuka dan IPK saya termasuk tinggi diangkatan saya, saat ini saya sudah bekerja selama hampir 3 bulan, Gaji di perusahaan ini sih menurut saya terbilang besar, dan Jobdesc pekerjaan saya sudah sesuai dengan minat saya. Yang menjadi masalah adalah lokasi kantor jaraknya jauh dari rumah saya (3 jam perjalanan), dan lingkungan kerja kaku membuat saya tidak betah kerja disini! Menurut Bapak apa yg harus saya lakukan?

A : Lokasi kerja idealnya sudah dipertimbangkan dari awal, dan semestinya itu bukan lagi masalah. Solusinya coba kost dekat dengan kantor, dengan begitu energi tidak habis dijalan sehingga kerja bisa lebih fokus.

Q : Saya sudah kost dekat kantor, saya juga sudah mencoba adaptasi dgn lingkungan sekitar seperti berbaur dgn rekan kantor atau pun sekedar nongkrong2, tp saya tetap tidak bisa masuk ke lingkungan sosial mereka. Cuman masalah lingkungan tempat tinggal dan suasana kantor tidak bisa membuat saya nyaman Pak. Saya berencana tidak ingin memperpanjang masa kerja saya di sini.

A: Pekerjaan itu tidak ada yg sempurna “enak” apalagi untuk pekerjaan pertama. Pindah ke tempat lain pun bukanlah solusi, karena akan selalu ada hal lain yg dirasa tidak enak. Jadi saran saya lebih baik biasakan/latihan adaptasi untuk hal2 yg dirasa tidak enak, nanti juga terbiasa. Fokuslah untuk melihat hal2 yg enak dari pekerjaan, abaikan hal2 yg dirasa bikin gak enak.

Q: Saya sudah berusaha, tapi lingkungan yg kaku, karyawan2 senior membuat tekanan kerja jadi berat, akhirnya membuat kinerja saya tidak maksimal sehingga saya sering melakukan kesalahan.

A: Orang2 yg fokus pada pekerjaannya tidak punya waktu lagi untuk memikirkan omongan/sikap orang lain. Jika masih musingin orang lain berarti belum fokus pada pekerjaannya dan orang2 yg sibuk “musingin” orang lain biasanya pekerjaannya sendiri tidak beres!

Q: Lalu baiknya saya teruskan atau cari kerja tempat lain ya Pak?

A: Pulang ke rumah, bilang sama orang tua mau kuliah lagi ambil S2 trus nyambi jadi jadi Assistant Dosen, syukur2 lulus S2 bisa langsung jadi Dosen.

Q: Tapi saya masih mau berkarir di pekerjaan Pak, bukan di pendidikan.

A : hmm.. Gini DikBro, dunia kerja itu tidak ideal seperti halnya dunia sekolah/kuliah yg mana yg pintar atau rajin di apresiasi nilai [IPK] tinggi, atau dimana semua siswa diberikan beban PR [tugas] yg sama beratnya dan satu lagi adalah bisa memilih mau kuliah di kampus yg lokasinya dekat rumah. Dalam dunia kerja “High Salary, Fulfilling Career [passion], Work Life Balance” adalah ketiga hal yg sangat jarang bertemu pada waktu yg bersamaan pada satu pekerjaan, dari 3 hal tersebut akan selalu ada minimal 1 yg tidak didapat [dikalahkan].

*)Kecuali kamu anaknya CEO perusahaan itu ✌😊😉

 

Sumber : Linkedin Roh Budianto

The Tree of Life

Seorang manusia memiliki dua cara dalam menjalani hidupnya.

Cara alamiah dan jalan kemuliaan.

Kau harus memilih salah satu yang akan kau ikuti.

Kemuliaan tidak memanjakan dirinya.

Menerima untuk diremehkan,

dilupakan, tidak disukai…

Menerima penghinaan dan penderitaan.

 

Sifat dasar manusia hanya ingin

menyenangkan  dirinya sendiri.

Menyenangkan yang lain juga.

 

…pengabdian penuh cinta dan kesetiaan…

 

Seperti kasih Tuhan atas mereka.

Menemukan alasan untuk tidak bahagia …

..Ketika dunia bersinar di sekelilingnya.

Dan cinta tersenyum melalui segalanya.

Kita diajarkan bahwa tidak ada

orang yang mencintai jalan kemuliaan…..akan berakhir buruk.

Pengalaman menggunakan KRL Jabodetabek

Sudah +/- 3 bulan saya menjalani kehidupan di Bogor-jakarta. Sebenarnya proyek saya berada di Pekanbaru, tetapi berhubung alasan pembebasan lahan yang tak kunjung menemui titik terang, alhasil, saya dan tim untuk sementara berkantor di Cawang – Kantor pusat perusahaan dimana saya bekerja sekarang.
Dengan alasan tertentu, saya memilih tinggal di Bogor untuk sementara waktu (mungkin hanya sampai akhir bulan ini?). Dan transportasi yang paling ideal untuk menuju Jakarta adalah Kereta Api Listrik (Commuter Line). Selain harganya murah (Bogor – Cawang hanya Rp. 5000), waktunya juga sudah bisa diprediksi, tidak seperti menggunakan kendaraan mobil, yang di tengah jalan, bisa saja terkena macet dan lain hal sebagainya .
Karena, identitas saya sebagai orang proyek, saya sebenarnya tidak diharuskan untuk masuk dan pulang tepat waktu, seperti orang kantoran pada umumnya. Jadilah saya setiap pagi, berangkat dari rumah jam, setengah 8 pagi. Jam segitu adalah waktu ideal buat saya, karena kepadatan kereta akan berkurang. Jam 6-7 adalah puncak tertinggi orang-orang akan menaiki kereta, karena kan kebanyakan orang kantoran pada masuk jam 8.00.
Saya biasanya dapat tempat duduk kalau berangkat jam segitu, dan bisa sedikit bernapas karena kepadatannya masih lebih manusiawi. Tapi kalau pulangnya? hmmm, jangan harap deh, masuk aja susahnya minta ampun.
Kalau sepengalaman saya melihat kereta jurusan Bogor-Jakarta kota & Bogor-Tanah Abang, waktu optimum yang terpadat adalah, dari jam 6-7 pagi, sedangkan di sore hari, mulai jam 5-7 malam. kepadatan penumpang di dalam kereta bisa mencapai 90-100% pada jam-jam itu.

Sisi lain yang menarik perhatian saya untuk diamati adalah, kebiasaan orang – orang sewaktu di KRL. Kalau KRL dari Jakarta menuju Bogor, 50-70% paling banyak turun di Depok, Bojonggede,cilebut dan Bogor.
Jadi ada waktu sekitar 1 jam an lebih di kereta. Kegiatan kebanyakan orang saat di kerete menurut versi saya adalah

  1. Menunggu kereta sampai

orang-orang dengan jenis ini mungkin sudah kelelahan atau sedang ngantuk, sehingga hanya menutup mata atau melamun di kereta sambil menunggu kereta nya sampai tujuan. Sayang banget ya waktunya. Hmmmm

2. Megang Handphone

Karena saya cukup tinggi (172 cm) , saya dapat melihat orang-orang sekitar yang sedang megang handphone, dan sekilas melihat, apa sih yang dilakukan nih orang?. hasil yang paling banyak yang saya perhatikan adalah, bermain game. Kalau wanita, biasanya game yang dimainkan adalah candy crush dan sejenisnya, sedangkan para pria biasanya bermain Mobile Legend dan sejenisnya. Selain bermain game, biasanya orang-orang kebanyakan menonton film, ada banyak macam film, mulai dari drama korea, film youtube, dll, dan ada sekilas juga yang menggunakan social media (Whatsapp,instagram,facebook, dll). Dan diperingkat terakhir adalah mendengarkan musik. Ini sepengelihatan saya, karena begitu banyak orang yang sambil tidur atau melamun, dengan headshet di telinganya.

Saya sendiri biasanya lebih memilih membaca (entah dari handphone atau kindle saya). Saya senang membaca, itu intinya. Apalagi buku-buku yang sangat menyentuh. Saya tak membatasi harus membaca cerpen, novel, psikologi, dll. Yang penting menarik dan membuat saya menghabiskan waktu yang menurut saya menyenangkan dan membuat saya terbawa arus.

Sepertinya memang tidak banyak orang di KRL yang mempunyai keinginan membaca yang tinggi. Mungkin tak lebih dari 1% . Membaca disini bukan membaca caption social media ya(yang bahkan gak tau itu benar atau tidak. Hehehe). Membaca adalah membaca buku yang benar-benar mempunyai alur dan susunan penulisan sesuai jenisnya .

Lagi-lagi, itulah mungkin memang yang membedakan peradaban kita tertinggal jauh dengan peradaban negara-negara maju.

 

 

 

Bangkit

Apapun bisa dirampas dari manusia, kecuali satu : kebebasan terakhir seorang manusia, kebebasan untuk menentukan sikap dalam setiap keadaan. Kebebasan untuk memilih jalannya sendiri. Viktor E Frankl.

Sangat lelah berada di dalam kondisi yang sekarang ini. Tanpa sadar mentalku sangat down dengan kejadian kejadian masa laluku.

Yang selalu kupikirkan adalah bagaimana caranya bangkit, bagaimana me recovery semua yang ada dalam diriku.

Entah kenapa, tak ada seorangpun yang ada didekatku ketika aku hampir jatuh teramat dalam, semuanya sepertinya sibuk dengan kehidupnnya. Ya, tak ada yang bisa disalahkan dari semuanya itu.

Aku percaya bahwa Tuhan selalu ada buatku.

Aku akan berusaha untuk menyembuhkan luka-luka yang ada terlebih dahulu.

Aku percaya bahwa masa lalu adalah guru yang terbaik.

Di hari-hari berikutnya aku tanamkan dalam diriku untuk lebih semangat dan tekun dalam semua hal yang kulakukan.

God Speed.