Ulang Tahun di Atas Gunung

Weekend lalu saya memutuskan untuk merayakan ulang tahun saya ke 25 di puncak gunung. Puncak ijen di Banyuwangi menjadi pilihan. Saya mendaki pukul 01.30 WIB dengan suhu 8 C. Yang saya perhatikan, 80% pendaki ternyata berasal dari turis mancanegara. Saya sungguh kagum dengan mereka yang bisa tahu tempat-tempat eksotis di indonesia ini. Bahkan mereka duluan merasakan indahnya indonesia dibandingkan dengan saya yang sudah tinggal di negara ini.

Setelah sekitar 3 jam mendaki, sampailah di kawah gunung ijen, takjub, itu yang pertama kali saya rasakan ketika melihat BLUE FIRE yang menyembur dari balik bebatuan belerang di kawah yang masih aktif itu. Bersanding dengan warna kuning kabut belerang, api biru itu menyala-nyala. Aku yang hanya punya kamera yang standard sungguh tak mampu mengabadikan fenomena yang konon katanya cuma ada 2 di dunia. Ratusan foto jeprat jepret, dengan mencoba sana sini. Hahahaha.
Matahari semakin menanjak, saya semakin merinding dengan pemandangan kawah cyano yang perlahan ditampilkan gunung ini. Woaaaaaaaaaaa….. saya terkagum-kagum dengan kado terindah dari Tuhan saat ulang tahun saya itu.
Kembali jepret jepret sana sini sampai memori habis. Pokoknya ini kado yang tak ternilai yang pernah saya rasakan seumur hidup saya.
Tak habis kekaguman saya, ketika kembali naik dari kawah menuju puncak, ternyata pemandangannya jauh lebih dahsyat lagi. Semilir angin dan penampakan dari gunung di sekitarnya membuat mata ini tak mampu lagi menangkap sesuatu yang lebih indah dari ini. Keindahan maksimal, itu yang saya rasakan.
Terima kasih Tuhan, dalam hati selalu saya gumamkan saat itu. Lelah di Kereta api selama 12 jam, dan mendaki selama 3 jam, tak mampu mengalahkan ketakjuban luar biasa yang diberikan Tuhan kepadaku.
Di dalam hati saya, saya hanya ingin lebih bersyukur atas semua yang saya terima di dalam hidup ini. Begitu banyak, yaaa, begitu sempurnanya Tuhan menitiskan perjalanan di tiap individu Nya. Tinggal seberapa dekat kita menyadarinya. Seberapa mendasar kita bersyukur untuk semuanya.

Gondang, 16 November 2017.

Blue Fire Ijen CraterVolcano Ijen CraterMiner Ijen CraterThe Peak of Ijen Crater

Iklan

Jangan merendahkan siapapun dalam hidup!!!

“Ketika burung hidup, ia makan semut. Ketika burung mati, semut makan burung.
Jadi, waktu berputar kapan saja. Jangan merendahkan siapapun dalam hidup.
Kita menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka,
tetapi karena siapakah diri kita sendiri. Kita mungkin berkuasa, tapi waktu lebih berkuasa daripada kita…..
Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api, tapi satu batang korek api dapat
membakar jutaan pohon. Satu pikiran negatif dapat membakar semua pikiran positif…
Milikilah pemikiran yg positif kepada siapapun, karena sedikit saja pikiran negatif, ??
itu akan menjadi pemicu untuk merusak segalanya…”

Banyak Waktu Kosong

Setelah ku pikir sana sini, ternyata yang membuat seseorang itu menjadi galau tidak jelas adalah karena banyaknya waktu kosong di hidupnya. Pikirannya jadi melayang entah kemana mana. Hihihi

Ini pengalaman pribadiku. Beberapa bulan belakangan ini, aku sudah tidak terlalu sibuk seperti sebelumnya. Lebih tepatnya aku hanya menyibukkan diri. Sebenarnya ada beberapa pekerjaan yang menjadi tanggung jawabku, tapi aku berusaha untuk memanage nya dan membentuk sistem sehingga kolega kerja ku bisa bersama mengerjakannya.
Jadilah sekarang aku hanya memantau dan mengevaluasi pekerjaan kami.

Dan ternyata buatku ini menjadi masalah. Karena semuanya sudah auto pilot. Kok jadi masalah? bukannya itu baik?. Nah dengan sudah berjalannya pekerjaan ini dengan begitu baik, otomatis, aku menjadi kurang tantangan untuk menyibukkan diri.

Selama aku ditempatkan di proyek ini, praktis aku sudah mengecap posisi dari yang paling dasar di lapangan, ilmu teknis dan pengendalian biaya, laboratorium,  sampai logistik peralatan.

Terus yang menjadi pertanyaanku? Kapan aku bisa mengemban tanggung jawab yang lebih besar lagi? alias menjadi manager?

Ini lah yang menjadi kugalaukan. Di satu sisi aku sudah merasa siap dengan kapasitas ku ini. Sehingga dalam waktu dekat aku harus berbicara 4 mata dengan manager ku, bagaimana sebenarnya pertimbangannya dalam menilai pekerjaanku.

Jadi aku tidak kebanyakan galau karena kurang kerjaan. Hahahha

Memenangkan kekalahan

  1. Kalau berselisih dengan pelanggan, walaupun kita menang, pelanggan tetap akan lari,
  2. kalau berselisih dengan rekan sekerja, walaupun kita menang tiada lagi semangat bekerja dalam tim
  3. kalau berselisih dengan bos, walaupun kita menang tiada lagi masa depan di tempat itu,
  4. kalau berselisih dengan keluarga, walaupun kita menang hubungan kekeluargaan akan renggang
  5. kalau berselisih dengan teman, walaupun kita menang yang pasti kita akan kekurangan teman
  6. kalau berselisih dengan pasangan walaupun kita menang perasaan sayang pasti akan berkurang
  7. kalau berselisih dengan siapapun, walaupun kita menang pada prinsipnya kita kalah. Yang menang haya EGO diri sendiri, yang tinggi dan naik adalah EMOSI, yang jatuh adalah CITRA dan JATI DIRI KITA SENDIRI. Tidak ada artinya kita menang dalam perselisihan

Apabalia menerima teguran tidak usah terus melenting atau berkelit, bersyukurlah masih ada yang mau menegur kesalahan kita. Berarti masih ada orang yang memperhatikan kita.

Tulisan adalah copy paste dari salah satu grup pribadi tanpa tahu sumber aslinya.
Mohon dimaafkan untuk penulis asli ini. Semoga bermanfaat buat yang membaca.
Ini sangat mengena di diri saya sendiri. 😦

Ketulusan

Kalau kamu ditanya sudah berapa banyak kebaikan yang tulus yang kamu lakukan, apa yang akan kamu jawab?

Jujur, saya terinspirasi menulis ini dari membaca buku tere liye. Banyak kebaikan dan makna positif yang saya dapatkan dari membaca bukunya.

Kembali ke pertanyaan awal, sudah seberapa banyak kebaikan yang tulus yang kamu berikan?

 

Demam CPNS

Kamu gak ikut pns? .. Itu pertanyaan yang kesekian kali ku dengar dari orang-orang sekitar. Hmmmm.
Let me explain. Aku sih sekarang mikirnya flash back. Ketika dulu aku memutuskan untuk tidak mengambil D3 perpajakan STAN, namun memilih teknik sipil ITB, rasanya aku tidak bisa menjelaskan kenapa sekarang aku harus mencoba menarik luka lama. Hahaha.
Oke, seandainya pun sekarang aku mencoba kementerian PU, kenapa gak dulu saja aku mengambil STAN, yang notabene penempatannya langsung di kemeteriankeuangan. Perpajakan pula. Sialll. Aku terjebak pertanyaan sendiri.
Lagi pula di kementerian PU, apa iya aku bisa mengembangkan diriku dengan baik? Apalagi kredibilitas kementerian ini sepengelaman saya masih terlihat buruk. Hadehhhh. Jadi gimana ya? Ikut test aja gak ya? hahahahah.