Bersyukurlah setiap saat

Kita tak pernah tau apa yang terjadi hari ini, jam ini, detik ini, di dalam hidup ini.

Hanya sekejap saja, Tuhan bisa ambil semua yang kita “anggap” milik kita.

We have nothing…nothing…

Di dalam gereja tadi pagi, aku duduk di kursi paling belakang. Hanya ada 2 orang sebelum 1 yang lainnya meminta duduk disebelahku.

Sang pendeta naik ke mimbar khotbah dan mulai memimpin doa pembuka khotbah.

Di saat itu aku tidak menutup mata dan melihat lelaki yang disebelahku bertingkah aneh dengan menaikkan tangan kanannya Sepintas seperti orang yang menghibur anak kecil.

Perlahan, ternyata badannya semakin menjatuh ke kiri dan mulai sedikit kejang sampai kepalanya menimpa orang disebelahnya. Sontak setelah doa pembuka, saya langsung menegur orang2 di depan untuk melihat apa yang terjadi dengan orang disebelahku. Jujur aku sedikit panik dan gak mengerti kenapa orang disebelahku bisa seperti ini. Sekejap saja, keriuhan terjadi, dan para jemaat mulai menolong.

Air mulai keluar dari mulut orang itu, dan sekian menit berganti menjadi darah.

Jujur, aku bergidik melihat pertama kali orang seperti itu.

Puji Tuhan ada seorang jemaat yang katanya suster, langsung memberi instruksi dan memasukkan kertas tata ibadah ke mulutnya, agar orang ini tidak menggigit lidahnya.

Dari kata2 yang kutangkap, itu adalah stroke.

Perlahan, dia dibopong ke mobil yang sudah langsung di siapkan, dan ibadah kembali dilanjutkan.

Semua begitu cepat terjadi. Saya pribadi begitu syok melihat kejadian itu, dan merasa begitu kasihan . Tebakanku umurnya 30an. Badannya gemuk.

Tidak pernah tau apa yang akan terjadi dalam hidup kita ini.

Hanya sekejap saja, semuanya bisa lenyap bagai debu.

Dan aku tak punya alasan untuk tidak bersyukur setiap saat.

Mari hidup bersyukur.

Iklan

Perencanaan Finansial

Judulnya agak berat. Maklum, awal tahun , jadi harus membuat perencanaan yang lebih matang dari yang sebelumnya.

Oke guys, selamat datang kembali di blog ku yang sederhana ini.

Sekarang aku mau ngebahas rencana finansial pribadi ku untuk jangka menengah dan panjang.

Targetku adalah pensiun di umur 35 tahun. Untuk saat ini , itu adalah hal yang paling masuk akal dikarenakan aku masih menanggung biaya ini itu, dan aku juga harus belajar dan mulai praktik keluar dari kuadran kiri ke quadran kanan (re : Cashflow Quadrant)

Untuk yang sudah aku mulai sejak lebih dari 1 tahun yang lalu adalah dengan investasi di pasar saham. Jujur saja, sebenarnya, aku masih tetap belajar banyak untuk mengelola emosional dan perhitungan ku, dan baru mulai kosisten untuk INVESTASI bukan TRADING saham. Itu adalah 2 hal yang sangat berbeda. Dan tahun ini, dengan perhitungan detail yang sudah kubuat tempo hari, aku mulai merencanakan rutin untuk menginvestasikan dana di saham yang sudah kubeli.
Informasi saja, untuk sementara saya memiliki 6 saham dengan daftar sebagai berikut :

1. Mayora (MYOR)= Sektor Konsumer (Konservatif)
2. Bank BNI (BBNI) = Sektor Perbankan (Moderat)
3. Pakuwon Jati (PWON) = Sektor Properti (Moderat)
4. PP Properti (PPRO) = Sektor Properti (Agresif)
5. PT PP (PTPP) = Sektor Konstruksi (Agresif)
6. Kalbe Farma (KLBF) = Sektor Obat (Agresif)

Rencana Beli :
7. Bank BCA (BBCA) = Sektor Perbankan (Konservatif)
8. Indofood CBP (ICBP) = Sektor Konsumer (Konservatif)

Dari ke 8 saham di atas, aku membagikan dengan 3 status, untuk yang paling aman, atau tingkat pengembalian atau kenaikan bunga nya  yang paling stabil setiap tahun adalah yang Konservatif, tingkat persentasi keuntungannya tidak terlalu besar, tapi sangat stabil, buktinya bisa dilihat dari grafik masing-masing emitennya.
Kalau untuk yang Agresif, adalah sektor yang sudah saya pelajari dan saya optimis, emiten ini akan memberikan persentasi keuntungan yang paling besar dari yang lainnya. Namun pergerakan sahamnya cenderung fluktuatif namun masih dalam Uptrend dan dengan analisa fundamental yang bagus.
Sedangnya untuk yang moderat adalah berada di antara kedua nya.

Lalu bagaimana perhitungan dan perencanaan investasi di saham saham tersebut?
Dari perhitungan kebutuhan dan kesanggupan keuangan, saya akan menginvestasikan uang saya setiap bulan secara merata di semua saham di atas . Perhitungan nya adalah, saya menghitung terlebih dahulu, saya ingin pensiun diumur berapa, dan di saat pensiun, saya ingin dapat pemasukan berapa setiap bulannya.
Dan di perencanaan saya,  ketemu di angka 50 juta setiap bulannya untuk pengeluaran setiap bulan di saat saya berumur 35 tahun.

Dari hasil itu, saya kemudian menghitung lagi, berapa pemasukan (dividen) dari saham saya yang saat ini saya tabung, dan sampai nanti masih bekerja untuk saya ketika saya umur 35 tahun. Singkat cerita, saya dapat nilai sekitar 13 jtaan setiap bulannya.
Berarti saya defisit 37 juta lagi. Nah yang menjadi masalah adalah, dapat darimana 37 juta ini?

Inilah yang sampai dengan saat ini, masih saya pikirkan dan coba cari jalan keluarnya.
Beberapa opsi yang saya catatkan adalah : Bisnis Properti, bisnis bengkel motor, bisnis percetakan konveksi, bisnis hidroponik, bisnis lele atau peternakan bebek.
Namun kendala yang muncul adalah untuk saat ini, saya masih belum mampu untuk bergerak di bidang bisnis ini. Yang sudah (masih tahap pembelajaran) adalah bisnis hidroponik. itupun yang menjalankan dan mengusahakan adalah abang kandungku yang tinggal di Tebing tinggi. ….

…..Bersambung

Pintu Menuju 2019

Flashback ke jaman kuliah di Bandung dulu, di tingkat 1 (Semester 1 dan 2) saya sangat tertarik mengikuti banyak seminar entrepreneur (pengusaha) yang mengubah semua pola pikir saya selama sebelum kuliah dulu.

Sekolah-Dapat nilai bagus- Dapat Kerjaan di perusahaan yang bagus (titik) . Sebatas itulah dulu konsep pemikiranku dan (mungkin) mayoritas keluargaku.

Pada tahun 2010an, dimana adalah awal-awal aku masuk dunia perguruan tinggi, kampusku sangat getol untuk mendorong mahasiswa nya menjadi wirausahawan. Kenapa? Karena pengusaha di Indonesia masih kurang dari 2% saat itu, dimana dari data yang ada, bahwa negara maju minimal mempunya 2% pengusaha dari total penduduknya.

Mulailah saat itu aku mengikuti seminar-seminar yang dihadiri oleh Top CEO dan pejabat pemerintahan yang sangat berpengaruh di negeri ini. Motivasi dan hasil-hasil yang dipaparkan sangat menggubah pemikiran ku.

Sampai akhirnya muncullah keinginan dan mindset dalam diriku, bahwa suatu saat aku akan menjadi pengusaha dan punya bisnis sendiri.

Keberjalanan waktu, ternyata hidup menjadi semakin sulit, lepas tingkat 1, aku masuk ke jurusan teknik sipil. Yang ternyata, kalau boleh jujur, itu adalah tempat yang sangat sulit buatku. Beberapa kali aku harus tergopoh-gopoh untuk akhirnya menyelesaikan studiku di jenjang S1.

Skip,skip,skip.

Singkat cerita , selepas lulus kuliah, Seniorku di sipil dan NDago, mengajakku untuk gabung dengan perusahaan rintisan kenalan beliau, di bidang kontraktor. Saat itu perusahaanya baru saja dibuka, dan saya termasuk salah satu orang yang melihat pemiliknya menggunting pita dan meresmikan perusaan tersebut.

Peluang begitu besar untuk menjadi pengusaha saat itu, karena aku bisa belajar dan bertumbuh bersama di perusahaan rintisan itu.

Tapi ternyata takdir berkata lain, dengan begitu banyak pertimbangan dan alasan, aku menandatangani surat perjanjian kerja dengan perusahaanku sekarang.

Begitu banyak yang terjadi, dan jalan panjang yang kulalui, aku sampai di titik ini, dan kembali mencoba menggali impian yang dulu sempat tertanam di dalam (entah apa).

PENGUSAHA.

sedikit demi sedikit, kukumpulkan modal untuk ku membuka pintu usaha yang akan kujalankan.

3 konsep usaha yang sudah mempunyai dasar yang baik (menurutku), sedikit demi sedikit memunculkan wujudnya.

  1. Investasi Saham

Sudah 2 tahun aku menggelui dunia saham yang fluktuatif, dan membombardir keuanganku di dalamnya. Mempelajari berbagai analisa teknikal dan fundamental suatu perusahaan. Dan yang terpenting, mempelajari pengendalian psikologi diri sendiri.

Selama 2 tahun naik turun dalam dunia trading saham, akhirnya aku memutuskan untuk mengubah konsep trading (jangka pendek) menjadi investasi (jangka panjang). Saat ini aku sudah menabung saham di 6 perusahaan . Dan akan terus rutin menabung sedikit demi sedikit, sampai rentang waktu yang lama (>10 tahun).

2. Hidroponik & Lele

Tabungan yang kusisihkan sedikit demi sedikit, kubeli untuk sepetak tanah di kota Tebing Tinggi. Yang kebetulan, abang ku domisili di daerah itu. Saat ini, aku sudah berjoint dengan abangku, untuk mengembangkan sayuran hidroponik.

Kenapa hidroponik? Sebenarnya dari segi perhitungan bisnis, hidroponik memberikan margin yang tidak cukup banyak, untuk luasan 150m2, dari perhitunan ku pribadi, untung yang diperoleh per bulan, hanya sekitar 3-4 juta. Bisa 1 tahun untuk balik modal, atau istilah kerennya BEP (Break Event Point). Tapi untuk forecastnya, untuk menambah pundi2 keuntungan, rencanaku di bawah hidroponiknya, dibuat kolam lele dengan sistem bioflok. Untuk perhitungan bisnis lele nya sedikit lebih menguntungkan di banding dengan hidroponik, namun resiko dan waktu perawatannya juga lebih tinggi.

Untuk pelajaran awal, dibuat terlebih dahulu, hanya 40 lubang tanam di paralon. Keberjalanan waktu, apabila semuanya berjalan dengan lancar, kami akan kembangkan area hidroponik di areal tanah yang kubeli waktu dulu. Harapannya 1 tahun (2019) rencana ini sudah bisa di skala besarkan.

3. Bengkel Motor Honda- AHASS

Nah, ini adalah bisnis yang menurutku sedikit lebih complex dan butuh modal yang besar (>200jt). Setelah membaca berbagai sumber, akhirnya aku memutuskan untuk menghubungi pihak Honda terkait tata cara membangun kemitraan bengkel dan sparepart resmi dari mereka.
Terakhir, kemarin, saya dan tim dari Honda sudah menyaksikan bersama lokasi rumah yang akan menjadi bengkel motor.
Respon positif sudah disampaikan oleh pihak mereka, bahwasanya dari segi demand, sudah ada, tinggal saya menunggu bagaimana kelanjutan dari pihak Hondanya, dalam penilaian lebih lanjut.

Yappp, Itulah progress usaha yang sudah saya jalankan di akhir tahun 2018 ini. Semoga di 2019 nanti, semuanya bisa berjalan sesuai dengan yang sudah saya konsep dan rencanakan.
Target saya pribadi adalah, sebelum umur 30, saya sudah memiliki bisnis yang berjalan dan menghasilkan, meskipun belum balik modal, tapi saya yakin, bahwa cepat atau lambat, konsep usaha yang saya tuliskan di atas , mempunya peluang yang sangat bagus ke depannya.

Kaleidoskop 2018

Haloo, kembali lagi saya menuliskan sesuatu di blog ini. Sudah sedikit lama mangkrak menulis. Hihihi.

2018- sisa 2 hari lagi. Tak henti-henti saya mengucapkan terimakasih saya kepada Tuhan, dimana saya masih bisa melewati hari demi hari di tahun ini dengan luar biasa. Begitu banyak berkat yang Tuhan berikan melalui apa saja yang terjadi dalam hidup ini.

Satu prinsip yang saya tanamkan dalam diri ini adalah, bahwa hidup adalah hari ini, detik ini.

Bahwa benar masa lalu adalah pengalaman yang memberikan makna serta pelajaran, dan masa depan adalah harapan.

Dan yang terpenting dari semuanya adalah, bagaimana cara kita menjalani saat ini.

2018 buatku adalah saat-saat termewah bisa merasakan pengalaman baru dalam petualangan menjangkau tempat-tempat baru.

Pendakian Merbabu dan Rinjani, menjadi cerita yang tergantikan sepanjang tahun ini.

Pengalaman lainnya : menantang ketakutan diri sendiri dengan bermain paralayang di puncak segoro gunung karanganyar, luar biasa, puas, begitu lepas rasanya bisa menjinakkan ketakutan diri sendiri.

Dan petualangan-petualangan lainnya yang cukup banyak aku lalui sepanjang tahun ini.

Ahh, rasanya akan sulit untuk bisa kembali merasakan keistimewaan petualangan yang sama di tahun 2019 nanti.

Karena di depan aku sudah merasakan hawa tanggung jawab yang begitu besar sedang menunggu. Fokus dan konsentrasi pasti akan lebih terkuras di banding tahun ini. Tapi aku tetap yakin, aku akan bisa memanfaatkan sebaik mungkin dan semenyenangkan mungkin waktu ku nanti saat di tempat yang baru.

Semangat menghadapi tahun 2019.