Cara Mengelola Keuangan

Salah satu buku terbaik yang pernah kubaca kembali muncul. Buku itu adalah “The Richest Man in Babylon” karya George S Clason. Buku ini diterbitkan tahun 1959, namun masih sangat relefan untuk sekarang, maupun di zaman yang akan datang.

Saya menyimpulkan 3 prinsip yang sangat baik dari buku ini :

  1. Sisihkan minimal 10% dari pendapatanmu, untuk diinvestasikan, apapun alasannya, minimal 10% harus disisihkan di awal,
  2. Apabila kamu berhutang, 20% dari penghasilanmu haruslah kau gunakan untuk membayar hutang-hutangmu,
  3. Kerja adalah teman terbaik.

Prinsip ini begitu sederhananya, sampai kadang kita lupa dan menganggap sepele bahwa prinsip ini mampu mengubah kehidupan seorang yang dulunya mungkin tidak punya apa-apa, bisa menjadi begitu sejahtera.

Kebenaran selalu sederhana.

Dan beruntungnya diriku pernah membaca buku sebagus ini.

 

Iklan

Pola Pikir Dalam Berinvestasi Saham

Saham adalah salah satu istilah yang menggambarkam kepemilikan (bisnis). Semakin saya belajar, semakin saya mengerti sedikit demi sedikit pola investasi yang dikatakan oleh Warren Buffet.

Bahwa ketika dia membeli saham, dia membeli sebuah bisnis, yang tujuannya bukan untuk diperjual belikan seperti komoditas yang biasa dilakukan seorang “trader”, dia memiliki saham untuk dimiliki “as long as possible”. Kalau bisa dimiliki selamanya.

Apa yang menarik adalah, untuk pemula seperti saya, memiliki saham itu masih ibarat memiliki “bisnis” yang menganggap bahwasanya nanti , ketika harganya naik, akan dijual dan dapat untung.

Yang menjadi masalah ketika memiliki pola pikir seperti saya ini adalah, fokus utamanya menjadi di harga, bukan di bisnis.

Inilah yang perlahan ingin saya ubah dalam membeli suatu kepemilikan bisnis. Bahwa dalam jangka pangjang, yang harus kita lihat adalah kinerja bisnis dari suatu saham.

Sebisa mungkin saya tidak lagi berpikiran kapan akan menjual saham yang saya miliki, tapi saya ingin selalu menambah kepemilikan bisnis suatu saham dan menjngkatkan nilai tambah dari tahun ke tahun, serta bisa sejahtera dari dividen yang rutin dibagikan.

Awal Mula Investasi di Pasar Modal

Saya mulai mengenal pasar modal ketika saya bekerja di solo.  Waktu itu masih muda (mungkin sekitar tahun 2016/2017, umur saya masih 25 tahun), dan mulai mencari tahu mau dikemanakan duit yang saya hasilkan dari bekerja.
Singkat cerita, Saya mendaftar di mandiri securitas solo, dengan modal awal 10 juta. Saya tidak terlalu mengerti dunia saham ketika itu, bahkan untuk “buy” dan “sell” saja harus melihat youtube. Perlahan saya mulai membeli saham dan mulai belajar trading-lagi lagi dari youtube-.

Melihat monitor dengan pergerakan hijau dan merah setiap detiknya, memberikan feeling yang luar biasa. Seolah-olah merasa orang yang keren. “MAIN SAHAM COY”.
Mulai menerapkan trading plan, belajar cara menarik garis-garis, moving average, double bottom, dan entah apa lagi istilah-istilahnya yang luar biasa itu.

Bangun tidur, langsung mikirin emiten apa yang harus dibeli saat market open, melihat berita-berita analis pasar, dan rekomendasi yang diberikan oleh mereka.
Saat itu, saya sudah sangat senang kalau profit 3%, langsung jual, dan kecewa ketika loss lebih dari 3%.
Telusur punya telusur, saya mulai mengcollect hasil trading, dan mengkalkulasi di excel setiap periodik. Dan Hasilnya. ZONKKKKKK. Rugi, ditambah lagi pajak yang harus kita tanggung karena keseringan melakukan transaksi jual beli. Saya tersadar bahwa saya sudah memperkaya Broker. Dan tidak mempunyai dasar yang kuat kalau melakukan trading, karena kita hanya didikte oleh perilaku orang-orang dipasar, yang tidak bisa dinilai dengan ilmu garis-garis (atau bahasa kerennya, technical analysis).

Sapi

Beruntung saya tidak putus asa dan memulai kembali dari awal. Dalam hati, apa yang salah?.
Dulu saya cukup sering ke Gramedia, dan ketika itu, di sana, dijual buku Intellegent Investor karya Benjamin Graham. Saya beli, sekilas saya baca, dannnn menjadi pajangan di kamar. Melihat tebalnya saja sudah pusing, akhirnya buku itu dimakan rayap sebagian.
Tidak berhenti disana, saya mulai membaca-baca dan menonton youtube, bagaimana cara berinvestasi yang benar di pasar modal, muncul video Pak Lo Kheng Hong, investor kawakan indonesia, yang durasinya sejam an lebih. Video itu sangat menginspirasi saya, dan dari situ saya terinsiparsi untuk membeli buku yang direkomendasikan beliau. Buku Investor nilai karya James Pardoe dan Who Want to be a Smilling investor karya Pak Lukas. Dari sana, saya mulai mengembangkan pengetahuan saya tentang dasar-dasar investasi. Bagaimana cara membaca laporan keuangan dan menemukan perusahan yang hebat.

Januari 2019, saya mulai mensortir emiten dengan kriteria-kriteria value investing yang undervalued. Sedikit demi sedikit saya mulai kembali menginvestasikan dana saya di emiten yang menurut saya undervalued dan mempunyai dasar beli yang kuat, karena penilaian-penilaian yang cukup.
Karena saya merasa ilmu yang saya miliki masih sangat kurang, saya mulai mencari sumber-sumber ilmu yang baik tentang investasi saham. Saya mulai mendaftar di stockbit dan membaca-baca banyak postingan, dan ketemu dengan akun Pak Joeliardy Sunendar. Saya baca postingan-postingan beliau, sangat memberi pencerahan, dan dari sana saya terinspirasi untuk membaca buku Peter Lynch yang berjudul One Up on Wall Street. Buku ini lah yang menurut saya menambah cukup banyak ilmu dalam berinvestasi dan mengklasifikasikan emiten-emiten di pasar modal : Mulai dari emiten yang Cyclical, Asset Value, Stalwart, dll. Dan dari sana saya juga saya mengenal istilah Bagger, dan bagaiman seharusnya mengelola emosional dalam berinvestasi.

Selain itu saya juga sangat terpengaruh oleh buku Pak Joeliardi yang berjudul Cara Simpel Berinvestasi di Pasar Modal, dan mengajarkan saya untuk melihat Cash Flow from Operation terlebih dahulu saat membaca laporan keuangan.

Selain dari stockbit, saya juga belajar dari video pak Teguh Hidayat yang mewawancarai pak Joel, dan juga lagi-lagi terinspirasi membeli buku karya pak Teguh Hidayat, dan sangat mempengaruhi saya untuk tetap selalu rendah hati dalam berinvestasi di pasar Modal.

WhatsApp Image 2019-10-06 at 20.13.22

Di atas adalah buku yang sangat saya rekomendasikan untuk dibaca oleh para investor pemula, selain buku yang saya sebutkan di tulisan di atas.

Next, saya ingin menulis tentang analisa-analisa emiten yang saya punya. Semoga bermanfaat.

 

Hold on in the storm

Halo, welcome back to my blog.
Saya mau cerita tentang dunia pasar modal di indonesia. Saya mulai investasi yang benar2 investasi itu, bulan januari 2019.
Belajar sana sini, baca buku sana sini, dengarin youtuber tentang fundamental dan baca laporan keuangan, terpilihlah saham-saham yang ada sekarang.
IHSG untuk tahun ini sangat Fluktuatif menurut saya, YTD sd sekarang adalah 1,08%. And you know, kinerja portofolio ku -22%. Can you imagine? Untuk mengalahkan IHSG saja tidak bisa. Hahaha, Tapiiii, saya bersyukur mengalami hal yang seperti ini. Saya baru merasakan kebenaran atas apa yang para legenda investor katakan : Bahwa investasi di pasar modal tidak butuh IQ tinggi. Tapi kesabaran dan mental (psikologi) yang kuat. Tentunya bersumber dari alasan kenapa kita memilih saham tersebut.
Sejauh ini, saham-saham yang saya pilih menurut perhitungan dan analisis saya adalah saham yang sangat baik, dan saya yakin untuk jangka panjang, akan memberikan return sesuai dengan nilai intrinstiknya.
Yang saya pelajari dan alami saat ini adalah bagaimana mengelola emosional ketika kita tau bahwa di depan mata, kinerja kita anjlok sebegitu dalamnya.

Dan aku tetap jatuh cinta dengan investasi saham di Bursa Efek Indonesia. Hold as long as possible. Demi anak dan cucu.

Doa Mengubah Segala Sesuatu

Saat keadaan sek’lilingku
Ada di luar kemampuanku
Kuberdiam diri mencari-Mu
Doa mengubah segala sesuatu
Saat kenyataan di depanku mengecewakan perasaanku
Ku menutup mata memandang-Mu
S’bab doa mengubah segala sesuatu
Doa orang benar bila di doakan
Dengan yakin besar kuasanya
Dan tiap doa yang lahir dari iman
Berkuasa menyelamatkan
S’perti mata air di tangan-Mu
Mengalir ke manapun Kau mau
Tiada yang mustahil di mata-Mu
Doa mengubah segala sesuatu
Saat kenyataan di depanku mengecewakan perasaanku
Ku menutup mata memandang-Mu
S’bab doa mengubah segala sesuatu
Doa orang benar bila di doakan
Dengan yakin besar kuasanya
Dan tiap doa yang lahir dari iman
Berkuasa menyelamatkan
S’perti mata air di tangan-Mu
Mengalir ke manapun Kau mau
Tiada yang mustahil di mata-Mu
Doa mengubah segala sesuatu
S’bab doa mengubah segala sesuatu