Ketulusan

Kalau kamu ditanya sudah berapa banyak kebaikan yang tulus yang kamu lakukan, apa yang akan kamu jawab?

Jujur, saya terinspirasi menulis ini dari membaca buku tere liye. Banyak kebaikan dan makna positif yang saya dapatkan dari membaca bukunya.

Kembali ke pertanyaan awal, sudah seberapa banyak kebaikan yang tulus yang kamu berikan?

 

Iklan

Demam CPNS

Kamu gak ikut pns? .. Itu pertanyaan yang kesekian kali ku dengar dari orang-orang sekitar. Hmmmm.
Let me explain. Aku sih sekarang mikirnya flash back. Ketika dulu aku memutuskan untuk tidak mengambil D3 perpajakan STAN, namun memilih teknik sipil ITB, rasanya aku tidak bisa menjelaskan kenapa sekarang aku harus mencoba menarik luka lama. Hahaha.
Oke, seandainya pun sekarang aku mencoba kementerian PU, kenapa gak dulu saja aku mengambil STAN, yang notabene penempatannya langsung di kemeteriankeuangan. Perpajakan pula. Sialll. Aku terjebak pertanyaan sendiri.
Lagi pula di kementerian PU, apa iya aku bisa mengembangkan diriku dengan baik? Apalagi kredibilitas kementerian ini sepengelaman saya masih terlihat buruk. Hadehhhh. Jadi gimana ya? Ikut test aja gak ya? hahahahah.

Investasi Saham

Untuk menunjang pengetahuan dan rasa penasaran, saya coba-coba untuk mengenal dunia saham. Tadinya saya ragu-ragu untuk memulai, tapi saya paksakan diri saya untuk mencoba. Why not?
Saya coba untuk pertama kalinya investasi minimal di mandiri securitas. Yap, 10 juta saya transfer ke rekening saham saya.
Oya, fyi, buat rekening saham itu gak sulit loh. Tinggal datang ke mandiri securitas terdekat, nanti bakal dipandu dengan profesional disana. Sekitar 2 minggu, rekening kita akan di email, dari mulai user id, pwd, pin.
Dari situ nanti kita tinggal mendowload aplikasi MOST untuk bertransaksi. Gak sulit kok. Yang penting ada kemauan, pasti bisa.
Dan eng ing eng,. setelah lebih kurang 2 minggu saya investasi 10 juta, ternyata saya sudah rugi 500rban. Hahahahahaha.
Saya sih gak melihat untung rugi nya, karena ini saya jadikan pelajaran. Karena dari awal saya berprinsip, bahwa saham ini adalah investasi jangka panjang, bukan jual beli dalam waktu singkat seperti forex. Jadi, saya biarkan saja dulu, sembari melihat pergerakannya.
Not bad lah for a beginner. Hihihi

Selamat 29 Agustus

DSCF6383Haii, tanganku hampir beku karena habis dari kamar mandi. Disini,  di kaki gunung bromo, aku menuliskan ini.

Salam dari gunung bromo yang begitu megah di depan sana. Salam 29 Agustus, hari yang seharusnya aku ingat dengan senyuman. Ahh 2 tahun yang lalu manisnya kurasakan. Tapi sekarang menjadi kesedihan tersendiri.

Kenapa jadi curhat begini ya? Skip Skip skip.

Sudahlah,  itu kan sudah berlalu, yang penting sekarang aku bisa fokus untuk melakukan yang terbaik.

 

 

Sering Membandingkan

Sekelumit ocehan demi ocehan kudengarkan dari orang di sekitarku. Membandingkan ini itu dengan itu ini. 😁

Tak pernah habisnya sindiran dan kekurangan apabila kita tidak menerima apa ada nya. Menerima apa adanya bukan berarti kita berdiam diri. Menerima yang saya maksud disini adalah Ketika kita sudah melakukan yang terbaik yang kita bisa, barulah kita berusaha untuk ikhlas menerima, apapun hasilnya.

Mengeluh hanya akan membuat diri kita menjadi bego. 😁

Makanya jangan biasakan Mengeluh dan Membandingkan ini itu dengan itu ini.

MENERIMA

 “Gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, sementara semut di ujung lautan tampak”. Kau tau? Ketika kau ikhlas menerima orang lain di dalam hidupmu, kau akan menerima dia apa adanya, seolah-olah tanpa cacat sedikitpun. Kau tak akan ingin mengubah dirinya, apalagi mencoba mencari kesalahan-kesalahan yang dia lakukan kepadamu.
Setiap orang mempunyai berbagai sisi dalam hidupnya, baik dan buruk. Tak sewajarnya kita membandingkan yang satu dengan yang lain.

Ketika ada benih kebencian di dalam dirimu, maka semuanya akan berbalik. Dengan sangat mudah kau melihat keburukan dan kejelekan yang ada pada diri orang lain. Kelebihan yang ada padamu, bukannya untuk mendukung, tapi malah mengingat keburukan, dan melemparkannya ke dalam dirinya, sehingga kau mungkin merasa lega, tapi tak pernah puas. Kau tidak akan pernah menerima dirinya apa adanya dia lagi. Jika dia menerimamu apa adanya, dia akan berusaha untuk mengubah dirinya, tapi kau tak akan terima, kau tetap saja melihat dari sisi dirimu. Lalu perlahan kau mencari pembanding,  namun tetap selalu saja ada yang kurang. Karena kau tak pernah benar-benar MENERIMA.

Sekarang lihat dirimu sendiri, apa sebenarnya yang ada pada dirimu?