Selalu Bersyukur

Saya mengutip syair lagu rohani yang dibawakan oleh Nikita.
“Ku tak membawa, apapun juga
Saat ku datang ke dunia,
ku tinggal semua pada akhirnya,
Saat ku kembali ke surga”

Pengalaman yang mengajariku untuk selalu bersyukur. Ada begitu banyak berkat yang telah ku terima dari Tuhan. Keluarga, kesehatan, berkat dari mulai pendidikan sampai karir yang kujalani saat ini. Tak ada sedikit pun alasan untuk tidak bersyukur atas apa yang telah aku terima sampai saat ini.
Aku benci kesombongan, aku benci ke angkuhan, aku benci membanggakan diriku di hadapan orang lain.
Terkadang ada rasa ketidak puasan atas apa yang aku raih selama ini, Tapi ketika ku sadar, ada hal yang jauh lebih penting dari semuanya itu.
Prinsip saya sekarang bukan untuk menjadi kaya raya, tidak, ada hal-hal yang lebih dari uang. Kebahagiaan itu jauhhh melebihi itu semua. Kebahagiaan itu adalah menerima, menerima bahwa manusia memang lemah, tapi bukan berarti melemahkan diri dan tidak berusaha.
Kenali akan dirimu, “Gnoti seauton” kata bijak ribuan tahun lalu di timur tengah sana.
Saya terus memaksimalkan diri saya, saya akan berjuang untuk melakukan yang terbaik, dan menjadi yang terbaik adalah nomor sekian buat saya. Saya lakukan dengan doa.
“Dead comes to all of us at the and” kata-kata snape (harry potter) mengingkatkan saya bahwa tak ada yang dapat kita bawa dari dunia ini, berkat yang kita terima seyogyanya adalah untuk kita bagikan ke sesama kita. Kematian mengajarkan kita bahwa hidup harus dimaknai dengan penuh syukur dan penuh berbagi.
“Semua buku kepemimpinan, akan menjadi omong kosong ketika kau kenal Tuhanmu, dan baca alkitabmu”. Kutipan mantan menteri dari papua menutup tulisan saya ini.
Selalu lah bersyukur. Tuhan memberkati.

Membentuk yang Terbaik

“Intan hanya dapat dipotong/dibentuk oleh intan itu sendiri”.  Pernyataan ini sangat bernilai buat saya pribadi.
Di muka bumi ini, intan adalah salah satu material yang paling berharga selain emas. Intan terbentuk dari batu bara yang bermetamoforsis akibat perubahan fisis dan kimiawi selama jutaan sampai miliaran tahun lamanya. Kebayang gak lamanya itu? 😦
Pun demikian dengan kita. Saya tidak berprinsip kaku bahwa seseorang harus dibentuk oleh intan untuk menjadikannya intan yang mempunyai bentuk nan indah. Tapi saya percaya bahwa orang-orang terbaik akan menjadi sempurna baiknya apabila diasah oleh orang-orang yang terbaik juga.
Jangan biarkan intan yang berada di got tidak dipoles, sehingga orang menilai bahwa intan itu hanyalah seonggok sampah berbau yang terbuang begitu saja. Intan tetaplah intan dimanapun dia berada, tetapi harus dipahat terlebih dahulu untuk menjadikannya sempurna.
Semoga saya bertemu dengan intan yang menjadikan saya intan yang berbentuk sempurna.
Emang saya intan? Bukan saya novembri. .. Hihihi

Kesempatan Terakhir

Aku sedang berusaha untuk memantaskan diriku dengan seorang wanita yang sangat aku cintai. Sudah lebih dari 2 tahun kami saling mengenal. Semakin lama, semakin tau bagaimana karakter kami masing-masing, sebaik-baik dan buruk-buruknya pribadi kami.
Hingga pada suatu hari yang sudah berlalu, kami telah sepakat untuk mengakhiri hubungan demi kebaikan masing-masing.
Aku adalah seorang pria yang sadar akan ke egoisan dan sederet keburukan yang amat teramat parah. Hingga di titik dimana kami masih saling bertukar kabar dan mengetahui bahwa dia sedang dekat dengan seorang lelaki, yang aku tau pasti jauh melebihi segalanya dariku.
Rasanya waktu ku berhenti berputar, sembari kurasakan detak jantungku melemah. Aku sadar bahwa aku masih sangat menyayanginya, dan berusaha tetap menjadi lelaki yang bisa bertukar kata dengan dirinya.
Aku tidak bisa melarang dan mematahkan apa yang terjadi dalam hidupnya, aku sudah diberikan banyak kesempatan untuk berubah oleh dirinya. Dan ini adalah kesempatan terakhirku untuk mengubah yang buruk-buruk yang sudah melekat lama di dalam diriku.
Aku berusaha untuk memantaskan diriku untuk merendahkan hatiku dalam menyayanginya. Satu prinsip yang melekat di hatiku adalah ketika menggemgam pasir, jangan genggam terlalu kuat, karena akan banyak yang tumpah, tetaplah membuka tanganmu perlahan, dan biarkan pasir itu tetap berada dalam genggamanmu.
Aku bersyukur masih diberikan kesempatan terakhir darinya untuk mengubah diriku, dia begitu baik dan pengertian.
Yang aku katakan adalah ya, dan dengan itu aku telah bertekad lagi untuk memperbaiki diriku.

Ini adalah kesempatan terakhirku.
🙂

Jaya lah Danau Toba

Saat ini jalan tol yang beroperasi di indonesia adalah 881 km (Sumber), Malaysia yang dulu berguru ke kita untuk membangun jalan tol sudah 1,192 km (Sumber), China bahkan 85.000 km (Sumber) Pertanyaan nya mengapa? Jawabannya adalah Prioritas.
Setiap pemimpin punya prioritas nya sendiri-sendiri. Saya tidak mengerti apa yang menjadi prioritas masing-masing pemimpin di era nya. Yang saya tahu di era sekarang ini, prioritas utama adalah pembangunan infrastruktur, tidak hanya jalan arteri & tol, tetapi juga infrastruktur dasar lainnya : Bandara, KA, Pelabuhan, Bendungan, SPAM. Penting, mendesak, dan mendasar. Itulah menurut saya yang menggambarkan untuk apa sebenarnya infrastruktur itu.
Negara maju lainnya, sudah dari jaman dulu melakukan apa yang kita lakukan sekarang, dan saat ini mereka tinggal menikmati hasilnya dan fokus pada pengembangan teknologi tinggi dan inovasi-inovasi yang bahkan tak pernah terpikirkan oleh kita sebelumnya, karena kita masih sibuk dengan hal-hal yang sangat tidak produktif.
Kembali ke masalah pembangunan, trust me, ini adalah hal yang sangat produktif untuk menggerakkan perekonomian kita. Karena ini menyangkut banyak sekali lini bisnis di dalamnya. Contoh: membangun jalan tol, dibutuhkan pasir, semen, batu, besi, alat berat, sampai pekerja-pekerja yang begitu banyak berkecimpung di dalamnya. Bayangkan, sekarang kita membangun 1000an km jalan tol, ada berapa banyak pekerja dan perputaran uang di dalamnya. Itu lah keuntungan pada masa konstruksinya. Lalu pasca konstruksinya bagaimana??. Akses, pengiriman barang dan jasa menjadi lebih singkat, efisiensi harga barang menjadi turun, komoditas masing-masing daerah dapat tersalurkan ke daerah lain dengan mudah, terjadi perputaran ekonomi di dalamnya. Di tambah lagi pemasukan dari kegiatan pariwisata (yang dari info yang pernah saya baca, pariwisata adalah kegiatan yang paling mudah mendatangkan devisa dari suatu daerah). Nah, hal – hal yang seperti inilah yang membuat semuanya ini patut didukung dan diapresiasi bersama.

Kembali ke judul, kenapa danau toba? Karena danau toba adalah kampung kelahiran saya. Hahaha.. Yap, sekarang danau toba mendapat perhatian khusus oleh pemerintah pusat. Semua infrastruktur dasar mulai dibenahi. Di dalam keberjalannya, sekarang sudah di lakukan pembangunan jalan tol medan-kualanamu-tebing tinggi. Di lanjut lagi Tol tebing tinggi-siantar-parapat (danau toba). Yang tadinya waktu dari medan ke danau toba 5 jam, dengan adanya jalan tol bisa menghemat waktu hingga 2-3 jam. Tidak hanya itu, Kereta api, medan-siantar-parapat pun isunya akan segera dilakukan pembangunan.

Pelabuhan Kuala tanjung pun sekarang sedang dilakukan perluasan dan pengembangan untuk area industri dan akses terbesar pelabuhan di sumatera. Amazing.

Sekarang yang kita harapkan adalah, semoga warga sana, warga batak pada umumnya, bisa semakin dewasa dalam mengambil kesempatan emas ini. Yang membuat maju suatu daerah yang terutama adalah sumber daya manusianya. Jangan sampai semua sudah dipenuhi kebutuhan dasar penunjang, malah masyaratkatnya yang tidak bisa menerima atau tidak dewasa dalam menyambut turis (entah itu lokal dan mancanegara). Harapan saya, semoga kampung halaman saya disana, bisa berjaya dengan adanya pembangunan ini.

Dont be Pesimistic

Saya menjadi percaya bahwa pengaruh lingkungan akan sangat kuat dalam membentuk siapa diri kita.
Yang saya perhatikan, banyak orang di sekitar saya, sangat pesimis, belum apa2 sudah bilang gak bisa dengan alasan ini itu. Padahal ketika dicoba ternyata bisa. What the hell.
Saya menjadi tidak percaya dengan kata “tua”, orang yang lebih tua dengan pengalaman yang lebih banyak, ternyata tidak menjadi acuan bahwa mereka bisa di andalkan.
Di jaman sekarang ini, prinsip inovasi sangat menggema di semua lini kehidupan, terkhusus teknologi.
Bukan yang lebih kuat, tapi yang lebih cepat, bukan yang pintar tapi yang tekun, semuanya ini menjadi penting di saat sekarang ini.
So, jangan terpengaruh dengan orang-orang yang pesimis ya, Di coba dulu, gagal, cari cara lain. Niscaya pasti bisa. 🙂