Menjadi Kritikus, pantaskah?

Sering saya perhatikan di kehidupan kita ini banyak sekali orang-orang yang cepat sekali mengeluarkan pendapat mengenai sesuatu. Yang kadang menjadi masalah adalah pendapatnya itu sering sekali memicu ketidaknyamanan dan sakit hati bagi sebagian orang. Untuk buktinya; lihat saja twitter. Dalam beberapa detik saja, banyak sekali kata-kata yang keluar untuk memojokkan seseorang. Saya berpikir apakah mereka tidak merasa bersalah atas kata-kata yang begitu menyakitkan bagi personal yang dituju. Atau lihat TV/berita. Berapa persen yang meneriakkan kritikan dan kritikan yang begitu keras?. Menurut saya dengan kebiasaan yang seperti ini kita menjadi dilatih untuk selalu mengkritik dan mengkritik. Tidak salah memang apabila hal tersebut seimbang dengan kelakuan sang kritikus. Lalu bagaimana kalau seseorang yang bisanya hanya mengkritik  menjadi posisi personal yang dia kritik? Saya tak yakin dia bisa menjadi lebih baik.
Pendapat saya, apabila ingin mengkritik sesuatu, cobalah pikir terlebih dahulu apa yang anda kritik dan berada di posisi apa anda ketika mengkritik. Apakah ketika anda menjadi dia ( yang anda kritik) anda bisa lebih baik dari dia?
Saya sangat setuju dengan Dale Carnegie yang mengajarkan tentang jangan mengkritik. Walau sulit dipraktikkan, tapi yang dia katakan itu adalah benar.
Bukan kah hati ini lebih damai ketika kita mendapat ucapan terima kasih yang tulus manakala kita memberi pujian dan memberi solusi atau membenarkan sesuatu yang salah dari apa yang diucapkan seseorang?

 

 

 

2 thoughts on “Menjadi Kritikus, pantaskah?

  1. pantes2 aj, gda yg salah dngan kritik dan mengkritik
    tinggal gmn orang yg dikritik nanggapain ny gmn klo ga suka abaikan aje..
    ngeluarin pendapat kn dijamin uu

    kritik bisa bawa perubahan
    kritik bisa bawa kehancuran
    there are constructive critism and destructive critism
    so what ??? i should stop to criticising ?????
    nooooooooo🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s