Konsep (saya) yang salah tentang ingin kaya

Pendeta menceritakan sebuah kisah seorang temannya di papua.
“Suatu ketika Teman saya sedang berjalan-jalan dan melihat seorang warga yang tengah duduk santai bermalas-malasan di bibir pantai. Dia bertanya kepada seorang warga tersebut,
Teman saya : “Mengapa kamu hanya duduk-duduk saja, tidak bekerja/menangkap ikan disana?.”
Seorang warga : “Untuk apa saya bekerja menangkap ikan?” (dengan logat papua)
Teman saya :”supaya kamu dapat ikan banyak dan kamu bisa menjualnya”
Seorang warga : “untuk apa saya menjualnya?”
Teman saya :” ya, supaya kamu bisa dapat uang banyak dan bisa beli perahu yang banyak”
Seorang warga : “Untuk apa saya beli perahu yang banyak?”
Teman saya : “Supaya kamu dapat membantu warga lain untuk bekerja kepada kamu, lalu kamu bisa menghasilakan uang yang banyak lagi”
Seorang warga : “Untuk apa saya menghasilkan uang yang banyak lagi?”
Teman Saya : “Ya, supaya kamu bisa tenang, duduk-duduk santai,…..”
Seorang warga : “Kamu tidak lihat saya sedang apa? “………….

Sedikit penggalan cerita yang kurang lebih intinya sama dengan harapan yang sering diimpi-impikan hampir setiap orang. Sebelumnya saya juga berpikiran sama tentang mengapa saya ingin kaya, yakni biar hidup ini nantinya bisa lebih santai. Tetapi ternyata tidak sesimpel itu. Hidup ini tidak untuk bersantai-santai, bahkan seperti yang injil katakan “Tuaian yang menguning sudah sangat banyak,tetapi yang menuai sangat sedikit”, Ini mengibaratkan bahwa ada pekerjaan di balik hidup kita yang Tuhan berikan agar kita juga ikut andil dalam menuai hasil ladang yang sudah menguning, tidak semata memperoleh material yang menghidupi daging kita (walau memang perlu), tapi yang jauh lebih berharga di mata Tuhan, apa yang Dia inginkan adalah memuliakan namaNya disegala aspek kehidupan kita. Jadi apapun kita nantinya, setiap dari kita diberi talenta masing-masing bukan untuk disimpan, namun untuk dipergunakan untuk kemuliaan Tuhan. Itulah tujuan hidup kita yang terutama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s