Perumpaan tentang seorang penabur

Saya baru saja saat teduh, dan ayat untuk pagi ini adalah tentang perumpaan seorang penabur (Markus 4:1-20). Saya tersadar, bahwa saya kalau diibaratkan masih seperti wadah yang ditabur benih di pinggir jalan, lalu datanglah seekor burung memakan habis benih itu, sehingga tidak sempat bertumbuh dan berbuah. Ya Tuhan,. Sedih sekali rasanya,  namun itulah yang masih menjadi tahap perjalanan hidupku. Aku masih harus bertekun lagi dalam doa dan perbuatan yang dikehendaki Tuhan. Bukankah tujuan hidup adalah untuk memuliakannya?
so, Novembri sekarang mulailah untuk menanam baik-baik benih itu di dalam hati dan pikiranmu, jangan biarkan burung (iblis) mengambilnya darimu. Pupuk dan rawatlah agar bertumbuh dan berbuah untuk kemuliaan Tuhan.
#Bertekad…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s