Melakukan yang Terbaik seperti untuk Tuhan, bukan untuk manusia

Sudah beberapa minggu terkahir ini saya tidak ngeblog. Gak tau kenapa,  rasanya sulit sekali menuangkan ide-ide yang ada dipikiran ini untuk dituangkan ke dalam tulisan. Banyak ide sebenarnya, tetapi masalah kemampuan kali (atau kemauan????).
Okelah, Lupakan hal itu, sekarang just do it.
Topik yang saya bahas kali ini adalah tentang melakukan yang terbaik. Ide ini muncul ketika tadi saya mengikuti kelas agama. Sebuah ayat alkitab dimunculkan ke dalam slide pembicara. Saya lupa isi lengkap ayat tersebut tapi isinya kira-kira, “lakukan apapun juga seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia”. Maaf jika saya salah mengutip, nanti saya refisi apabila saya menemukan ayatnya.
Banyak hal yang membedakan orang sukses dengan yang tidak. Salah satunya adalah apa yang diperbuat mereka. Setidaknya ini yang saya peroleh dari banyak pembicara(motivator) dan buku-buku referensi. Orang-orang yang sukses adalah orang-orang yang terbiasa melakukan apapun juga dengan cara yang terbaik dan menghasilkan yang terbaik. Ini adalah salah satu kunci yang paling penting untuk menjadi sukses (walaupun saya belum sepenuhnya mampu mempraktikkannya). Lalu apa?. Apakah cukup hanya melakukan dan menghasilkan yang terbaik?. Tidak, menurut saya itu tidak lah cukup. Untuk ukuran manusia dengan segala keserakahannya dan ketidakpuasannya, seberapa banyak pun materi atau penghasilan yang diperolehnya, itu tidaklah cukup bagi dirinya sebelum dia mengenal Tuhan dan mengakui bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupannya. Sudah banyak berita atau cerita tentang orang yang kaya raya tapi hidupnya berantakan. Suami yang berselingkuh, anak yang terkena narkoba, dan lain sebagainya.
Dalam kehidupanku, semakin aku dewasa, dan mulai memikirkan segala tanggung jawab dan konsekuensi, aku mulai berpikir bahwa apapun yang terjadi dalam hidupku, aku akan selalu mengucap syukur kepada Tuhan. Berat memang, apalagi ketika hal yang buruk terjadi. Tapi bukankah kita hanya sementara didunia ini? Bukankah ada tujuan yang lebih jauh daripada mengejar harta di dalam dunia ini? Untuk apa? Saya tidak mengatakan bahwa materi/uang tidak penting, itu penting bahkan sangat penting untuk menunjang kehidupan kita. Tapi saya selalu berusaha belajar untuk tidak pernah dikendalikan oleh uang itu sendiri. Kadang saya berdoa kepada Tuhan, bukan untuk kesuksesan dalam hidup ini, tapi aku meminta kepadaNya agar selalu dipimpin, dibimbing, dan disertai di jalanNya. Itu sudah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s