Lemahnya bahasa inggrisku

Arghhh…sulit sekali rasanya untuk memahami bacaan bahasa inggris ini. Tadinya saya ingin membaca ebook who moved my cheese. Dari resensi nya (bahasa indonesia), sepertinya ini buku yang sangat bagus. Ingin hati membaca, setelah didownload dan mencoba untuk membaca, sialan, saya gak ngerti dan harus mengulang-ulang yang saya baca. Sangat menghabiskan waktu dan lama-lama jadi tak tertarik. Wahh, memang bahasa inggrisku ini lemah sekali. Gimana ya, caranya buat melatih bahasa inggris kita,? kursus barangkali?.
Hmm…

Ini sedikit resensinya :

Alkisah, pada suatu masa, hiduplah 4 makhluk di dalam sebuah labirin raksasa. mereka sibuk menjelajah labirin, mencari keju untuk mempertahankan hidup dan bahagia.
2 makhluk pertama adalah tikus, bernama Sniff dan Scurry. 2 makhluk lainnya adalah kurcaci, tubuh mereka sekecil tikus, tapi sifatnya persis manusia. Mereka bernama Hem dan Haw.
 
setiap hari, tikus dan kurcaci menghabiskan hari2 mereka menjelajahi labirin untuk mencari keju favorit masing-masing.
Para Tikus, Sniff dan Scurry, hanya memiliki otak tikus yang sederhana tapi punya instinct yang bagus. mereka sibuk mencari keju untuk dimakan, seperti tikus pada umumnya.
Para kurcaci, Hem dan Haw, menggunakan otak mereka yang penuh dengan emosi dan rasa untuk mencari keju yang dipercaya bisa membuat mereka merasa senang dan sukses.
walaupun mereka berbeda, tapi tikus dan kurcaci punya kebiasaan yang sama. setiap pagi mereka mengenakan baju olah raga dan sepatu cats, meninggalkan rumah, dan berlomba masuk ke dalam labirin untuk mencari keju favorit masing-masing.
Labirin itu sangat kompleks, penuh dengan lorong2 dan ruangan2. kadang ruang2 itu berisi keju yang lezat, tapi banyak juga yang hanya merupakan lorong buntu nan kosong.
para tikus, Sniff dan Scurry, memakai metode trial n’ error untuk menemukan keju. mereka berlari menyusuri lorong, dan kalau ternyata buntu, mereka segera kembali untuk menyusuri lorong yang lain.
Sniff akan mengendus-endus berusaha mencium arah datangnya bau keju, sedangkan Scurry mengandalkan kemampuan larinya untuk menyusuri setiap lorong. Mereka sering nyasar, tapi kadang-kadang mereka berhasil juga mendapatkan keju.
Seperti halnya para tikus, para kurcaci pun menggunakan kemampuan mereka untuk belajar dari pengalaman. namun mereka lebih mengandalkan kemampuan otak kompleks mereka untuk mencerna dan membangun metode pencarian keju yang lebih baik.
Pada suatu hari, Sniff, Scurry, Haw, dan Hem akhirnya menemukan apa yang selama ini mereka impikan. Ya, mereka menemukan sebuah ruangan penuh keju yang bernama Stasiun Keju C.
setiap pagi setelah itu, para tikus dan kurcaci mengenakan pakaian olah raga dan sepatu cats, meninggalkan rumah mereka dan langsung menuju Stasiun Keju C.
Sniff dan Scurry terus bangun pagi dan berlomba menuju Stasiun Keju C, selalu mengikuti rute yang sama. Ketika mereka sampai, mereka melepaskan sepatu dan menggantungkannya di leher sehingga mereka dapat segera mengenakannya kembali bila diperlukan. Lalu mereka akan menikmati keju.
Pada mulanya, Hem dan Haw juga berlomba menuju Stasiun Keju C setiap pagi. Tapi lama kelamaan, mereka mengalami rutinitas yang berbeda dengan para tikus….continued
 
 
Oh ya, untuk kalian yang ingin membaca ebooknya download di sini
sumber resensi : http://jerri.wordpress.com/2006/06/23/who-moved-my-cheese/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s