Menyedihkan Kondisi Sungai Cikapundung

Tadi, saya dan beberapa orang teman mengunjungi lokasi salah satu sungai yang berada di dekat daerah sini. Namanya sungai cikapundung. Letaknya tidak jauh dari Sasana budaya ganesha. Kami kesana dengan tujuan untuk meninjau bangunan air, dan ketika tiba disana, hati saya sangat miris melihat kondisi sungai yang begitu menyedihkan. Padahal sungai ini adalah salah satu sumber kehidupan bagi sebagian besar warga bandung barat. Dari sungai cikapundung itulah sumber air yang digunakan PDAM untuk disterilisasi agar bisa digunakan sebagai air bersih (bukan air konsumsi). Saya juga sudah pernah mengunjungi PDAM yang mengolah air dari sungai ini, sedikit saya juga tahu tentang pengolahan air hingga sampai ke konsumen. Dan beberapa hari yang lalu, seorang dosen dari PSDA memperlihatkan kondisi sungai-sungai yang berada di Jepang, serta kondisi lingkungan disana. Luar biasa mengagumkan, sungainya bersih, bisa dijadikan tempat untuk berwisata/mencuci mata, lah kalau disini, kita mendekat saja, sudah tercium aroma yang kurang sedap, akibat sampah-sampah dan kotoran yang dibuang sembarangan oleh manusia-manusia ini. Dosen tersebut juga bercerita bahwa sewaktu beliau berada di Kanada, menghadiri konser BonJovi, seorang pria ditangkap karena membuang air kecil sembarangan di selokan, karena seperti yang kita tahu, air seni tidak memenuhi baku mutu air bersih. Saluutttt….
Kapan ya, di Indonesia bisa menjadi seperti itu?
Mungkin di iringi dengan perkembangan ekonomi nya kali ya, lahh, tapi orang yang punya mobil saja kadang sembarangan membuang sampah dari kaca mobilnya. Kacau memang…
Secara pribadi saya juga memang masih belajar untuk selalu membuang sampah di tempatnya, saya sadar bahwa semuanya ini memang pada dasarnya harus dimulai dari diri sendiri. Semoga saja kesadaran masyarakat kita tumbuh dengan pesat, agar lingkungan kita ini bersih.🙂

One thought on “Menyedihkan Kondisi Sungai Cikapundung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s