Gift Of God

Saya berterima kasih kepada Tuhan atas semua yang diberikannya kepadaku sampai saat ini. Usia remaja yang sedang saya jalani sekarang memang penuh rintangan, mulai dari masa peralihan (anak-anak –> remaja), dan sekarang bisa dibilang tahap menuju pendewasaan.
Di blog ini saya ingin mencoba berbagi pengalaman/kejadian pribadi saya yang saya rasa Tuhan memang benar-benar bekerja dalam hidup saya. Tulisan-tulisan ini hanya sebagian kecil dari semua berkat Tuhan yang diberikan kepada saya. Nafas,waktu,kesehatan,dll yang takkan mungkin terhitung, karena setiap detik dari waktu yang kita jalani ini adalah berkatNya, bukan karena kemampuan kita, tapi sekali lagi karena berkat dan kasihNya.

——————————————————————————————————————————————————

Indah rasanya masih bisa merasakan kehidupan ini, terlepas dari apa yang aku rasakan. Setiap saat, aku sebenarnya selalu ingin mencoba untuk mensyukuri apapun itu yang aku terima dari Tuhan. Walau tak selamanya berhasil.  Bukankah kita tidak tahu sampai kapan kita ada dibumi ini? Untuk itu lah pentingnya bersyukur.
Di hari-hari ku, banyak sekali aku belajar tentang makna ini semua, bahkan untuk hal-hal terkecil pun, ketika aku mencoba merenungkan, ternyata apa yang terjadi itu adalah suatu kesatuan yang terhubung dengan kejadian lainnya. Memang kehidupan ini adalah suatu misteri, tidak tahu kenapa.
Mencoba menghubungkan, khotbah di gereja tadi mengatakan bahwa tujuan manusia diciptakan adalah untuk “memuliakan Allah”. Dan karunia terbesar yang diterima manusia adalah dapat “bersekutu dengan Allah”. Saya juga masih merenungkan akan makna yang terkandung di dalam perkataan ini. Bagaimanapun, sebagai seorang kristen saya mempunyai iman untuk mempercayainya.

Di dalam tulisan yang sedikit sembraut ini saya ingin menulis beberapa hal yang sangat memberi arti dalam kehidupan ku.
Aku lahir di porsea, 10 november 1992, anak ke 5 dari 6 bersaudara. 4 orang abang, satu orang adik cewek. Di besarkan di keluarga yang sederhana. Bapak dulunya kerja di Inalum. Ibu kerja dirumah (baca : ibu rumah tangga). Ibu saya adalah orang yang terbaik yang saya punya, sangat baik, bahkan di kalangan orang-orang yang mengenalnya pun demikian. Beliau merawat kami ber 6 dengan penuh kasih sayang yang luar biasa. Jujur, kami sewaktu dirumah adalah anak-anak yang pemalas, semua kerjaan rumah, selalu ibu saya yang ngerjain, kalau mengingat itu, sedih sekali  rasanya.Setelah cukup dewasa, baru bisa aku rasakan bahwa semua yang dilakukan ibuku adalah hal-hal yang sangat berat. Semua pekerjaan rumah, beliau yang ngerjai. Tanpa merasa bersalah kami enak-enak hanya makan-tidur-nonton tv. Kadang beliau juga memarahi kami, tapi tetap saja beliau selalu mengerjakannya. Rasanya bisa dihitung berapa kali aku dipukul dan dimarahinya. Saking baiknya.
Bapak pun demikian, sama hal nya dengan kami. satu sifat yang kental yang mungkin menjadi sifat yang turun ke kami anak-anaknya adalah sifat pemalas. Tapi kebaikan hatinya, dan ketulusan nya dalam menyayangi kami adalah tak ternilai dari kasih sayang siapapun selain Tuhan. Waktu kecil bapak sering menggendong aku dan mencubit pipiku yang mungkin dulu menggemaskan. Sering aku marah kalau sudah dicubit, karena sebagai anak-anak tentu rasanya itu sakit sekali. Bapak sering bercerita tentang pengalaman hidupnya. Bapak adalah seorang petualang sejati, hampir semua pulau di indonesia sudah dijalaninya. Pengetahuan umumnya pun cukup luas. Bapak berasal dari kampung di tarutung, namanya Banuaji. Sedangkan ibu berasal dari Medan. Jadi sebenarnya sifatnya agak kontras dengan ibu yang backgroundnya sudah anak kota. Bapak adalah sosok yang sangat pemberani, dia sangat fair terhadap pilihan kami masing-masing. Tak pernah dia memaksakan keinginannya kepada kami. Apa yang menjadi pilihan kami, selalu beliau support. Untuk itulah aku sangat ingin membahagiakan bapak dan ibu. Sekarang mereka tinggal di Medan, setelah bapak pensiun dari kerjaannya dulu.

 ——————————————————————————————————————————————————————–

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s